Komunitas St. Egidio, sebuah komunitas
kaum awam yang peduli
terhadap kaum miskin, bekerjasama dengan
IKRAR Rayon Muntilan menyelenggarakan pertemuan biarawan/ti di Pusat
Pastoral Sanjaya Muntilan pada tanggal 31
Juli - 2 Agustus 2015 dengan tema “Kuat dalam
Persaudaraan Menyongsong Tahun Yubilium
Belas Kasih”. Dalam pertemuan ini hadir pula
Mgr. Aloysius Sutrisnaatmaka, MSF; Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF; Sr. Marta Driscoll, OCSO
dan Ibu Valeria Martano (Wakil
Ketua Komunitas St. Egidio di Roma sekaligus Pembicara Duta Vatikan peduli
terhadap kaum miskin di seluruh dunia). Refleksi ini dirangkai dari pernyataan Paus
Fransiskus tentang “Tahun Yubilium Belas Kasih” yang akan dirayakan mulai 8 Desember 2015 - 8 Desember 2016.
PROVINSI MARIA BUNDA ALLAH
di Jawa-Bali-Lombok-Sumatra-Papua, INDONESIA
di Jawa-Bali-Lombok-Sumatra-Papua, INDONESIA
Showing posts with label komunitas Roh Suci. Show all posts
Showing posts with label komunitas Roh Suci. Show all posts
Sunday, October 18, 2015
Friday, August 28, 2015
Magnificat
Rekoleksi persiapan pembaharuan di distrik Yogyakarta dipimpin oleh Sr. Ines, SSpS. Rekoleksi dimulai pada hari Jumat pukul
16.30 s/d Minggu, tanggal 26-28 Juni 2015. Dalam pembukaan rekoleksi para Suster
diminta untuk sharing perasaan juga sebuah pertanyaan mendasar “Apa makna
pembaharuan kaul?”, lebih dalam lagi Sr. Ines menekankan arti panggilan adalah
sebuah undangan untuk bersukacita sebagaimana Bunda Maria dengan fiatnya mampu
bersukacita yang kemudian terungkap dalam magnificatnya. Demikian para Suster
juga diundang untuk merefleksikan kembali pengalaman akan Allah-nya secara nyata yang dialaminya, kemudian menuangkannya dalam bentuk magnificat.
Pada hari Sabtu, 27 Juni 2015 para suster mengungkapkan magnificatnya dan dilanjutkan konfrensi yang akhirnya mengajak para Suster untuk mengalami kasih
Allah yang tanpa syarat. Sr. Ines mengundang para Suster yunior untuk mengalami bahwa Tuhan memanggil kita karena
kita adalah PRIBADI YANG BERHARGA. Sebuah undangan yang mengajak para suster untuk
menemukan diri sejati. Dan sesi terakhir para Suster diundang untuk membuat
komitmen, yang akan direnungkan dan dipersembahkan secara pribadi dalam misa
pembaharuan kaul.
Bersyukur atas Panggilan Hidup Bakti
Dalam mengenang tahun ini sebagai tahun hidup Bakti, maka MUPERKAS DIY mengadakan rekoleksi bersama Rm. Kardinal
J. Darma Atmadja, SJ di Aula Syantikara Yogyakarta pada tanggal 5 Juli 2015.
Tema dalam rekoleksi ini adalah: “Bersyukur atas Panggilan Hidup Bakti”. Peserta yang hadir dalam rekoleksi ini
sebanyak 164 peserta dari 22 Kongregasi yang ada di Yogyakarta, dan yang mewakili Kongregasi kita (SSpS) khususnya
di Yogyakarta adalah Sr. Rosa Indrawikan SSpS, Sr. Marlin SSpS, Sr. Fatima
SSpS, Sr. Agnes Bukan SSpS, Sr. Agnes Deram SSpS dan Sr. Frida Lioba SSpS.
Tuesday, June 30, 2015
Kebersamaan di Puncak Borobudur
Pagi itu, sisa-sisa rintikan hujan dari
semalam masih menetes dari bibir-bibir genteng. Alam seolah-olah tak mengijinkan kami untuk beranjak dari Komunitas Roh Suci. Setelah Laudes, kami
bergegas menuju ke kamar makan dan sarapan bersama. Pukul 07.00 WIB kami berangkat dengan menggunakan
sebuah bis yang telah dipesan
oleh Sr. Rosa,SSpS. Dalam perjalanan
ada yang merasa cemas karena cuaca masih mendung, namun ada yang yakin bahwa
cuaca pasti cerah. Hari itu ada yang baru dan rasanya lengkap kebahagiaan kami
karena diantara kami hadir, kedua Anggota Dewan Jenderalat Roma yakni Sr. Maria
Christina Avalos, SSpS dan Sr. Margareth Hanssen, SSpS.
Pesta Family Ala Komunitas Roh Suci Yogyakarta
Minggu, 10 Mei 2015, merupakan hari yang paling mengesan
bagi para Suster Komunitas Roh Suci Yogyakarta, karena pada hari itu sebagai satu keluarga mengadakan pesta keluarga. Pesta keluarga
pada tahun ini mengusung tema “Pelangi komunitasku”. Seluruh rangkaian kegiatan ini diawali dengan Misa syukur bersama pada hari Sabtu, 09
Mei 2015 di kapela Komunitas
Roh Suci Yogyakarta.
Misa dipersembahkan
oleh RD Marcel Dapawole, pukul 17.30 WIB. Sebagai simbolisasi menjadi
pelangi dalam komunitas, para
suster
mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing (Flores, Timor, Kalimantan, Jawa Timur dan Jawa Tengah).
Aksi Panggilan di Paroki Jombor
Dalam rangka merayakan Hari Hidup Bakti
dan bertepatan dengan Hari Minggu Panggilan
(26/04/2015), kami dari Komunitas Roh Suci Yogyakarta, mendapat undangan dari
Pastor Paroki St. Theresia Avila Jombor,
untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan Live
In di Paroki. Kegiatan
Live In dimulai sejak tanggal 24-26
April dan dihadiri oleh perwakilan dari Kongregasi Redemptoris (CSSR) sebanyak
20 orang Frater, 2 orang Suster dari Kongregasi PMY, 4 Suster dari Kongregasi
Ursulin (OSU), 2 Bruder FIC, 1 Bruder SVD dan 3 Suster SSpS.
Seminar Para Religius Yogyakarta
Kamis,
14 Mei 2015 bertepatan dengan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus, para Suster
Komunitas Roh Suci yang diwakili oleh Sr. Rosa, Sr. Lidia, Sr. Kiki, Sr. Yasinta
J, Sr. Merlin, Sr. Adelbert, Sr. Fatima mengikuti seminar yang diadakan oleh Seminari
Tinggi SCJ. Seminar dimulai pukul 09.00-12.30 WIB, dengan tema “Hidup Berkomunitas, Berkat atau Beban?” Seminar ini diikuti oleh berbagai tarekat, antara lain: CB, SSpS, Sang
Timur, SPM, OSF Sibolga, HK, MTB, FCJ, Pr, dll; sekitar 33 tarekat (180 religius). Nara sumbernya
adalah Rm. Julius Sunardi, SCJ dan Sr. Carolina, CB (Provinsial).
Sunday, May 31, 2015
“Angin
bertiupke mana ia mau, dan
engkau mendengarbunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari
mana asalnya
atau ke mana ia pergi. Begitu pula
dengan semua orang yang lahir dari Roh”(John 3:8)
Yang terkasih Suster Ines, SSpS dan
Para Suster di Provinsi Jawa
Para Suster di Provinsi Jawa
Karena dalam waktu dekat ini, kami akan menyelesaikan Kursus Bahasadi Yogyakarta yang kami mulai pada tanggal 16 Maret yang lalu, maka pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan terima kasih kepadamu dan kami mengucapkan Selamat Pentakosta
Monday, May 11, 2015
SEMARAK HARLAH HUT KE-25 KORDISKA
Pada hari Sabtu, 21 Februari 2015 para Suster
Komunitas Biara Roh Suci-Yogyakarta (Sr.
Rosa Indrawikan, SSpS; Sr. Yasinta Jehadut, SSpS; dan Sr. Veronika Rukini, SSpS)
menghadiri kegiatan
yang diadakan oleh UKM KORDISKA atau Kors Dakwah Islamiah Universitas Negeri
Sunan Kalijaga.
Sunday, January 11, 2015
“SAYA PEREMPUAN ANTI KORUPSI” (SPAK)
Inilah
tema yang saya ikuti selama 3 hari mulai dari tanggal 3-5 November 2014, di
Hotel Novotel Yogyakarta. Seluruh peserta yang hadir dari berbagai organisasi
dan LSM. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan Fasilitator SPAK ini ada 30
orang Perempuan, yang terdiri dari 29 orang Perempuan beragama Islam dan 1
orang Perempuan beragama Katolik yaitu saya. Peserta yang hadir adalah para
aktivis-aktivis di lembaga-lembaga kecil maupun yang besar. Pak Gandjar
Laksamana Bonaprapta, seorang dosen anti Korupsi, pelanggaran HAM dan Hukum di
Universitas Islam Indonesia
Jakarta memaparkan
tentang tindak pidana Korupsi, sikap anti korupsi dan peran serta masyarakat.
Monday, January 5, 2015
AKSI PANGGILAN DI STASI BERBAH
Minggu 4 Januari 2015, hari raya
Epifani. Bersama para promotor panggilan se- Kevikepan DIY yang diwakili oleh
beberapa Kongregasi (SVD, SSpS, SFD, MTB, CIJ, PRR, BM) dan dibawa koordinator
Rm. Grasius
SVD, kami mengadakan aksi panggilan di Stasi Berbah. Sebanyak 50 biarawan/ti
yang hadir, perwakilan dari setiap Kongregasi. Aksi panggilan ini, diawali
dengan pera-yaan
Ekaristi bersama umat setempat.
Sunday, January 4, 2015
BERBAGI DALAM KEGEMBIRAAN “YESUS LAHIR UNTUK MENYATUKAN PERBEDAAN”
Natal 2014 adalah Natal yang penuh
rahmat bagi kami sekomunitas. Ketika ada yang melarang umat muslim untuk
mengucap selamat kepada umat Kristen pada perayaan Natal, dengan semangat
persaudaraan kami membuka pintu rumah bagi sahabat-sahabat dari UIN (Mahasiswa
Universitas Islam Sunan Kalijaga Yogyakarta). KORDISKA; adalah salah satu UKM
UIN yang dibentuk dengan tujuan menjalin tali persaudaraan dengan umat yang
berbeda agama. Tali silaturahmi ini telah lama terjalin. Persahabatan ini dibangun
dengan satu tekad ingin memberi kesaksian kepada dunia sekitar kami, bahwa
perbedaan itu bukanlah sebuah penghalang dalam hidup bersama.
Sunday, August 24, 2014
PERAYAAN SYUKUR 125 TAHUN KONGREGASI DAN 25 TAHUN KOMUNITAS ROH SUCI YOGYAKARTA
“Syukur atas Kasih Allah”, menjadi tema dalam
Perayaan Pesta Syukur HUT 125 tahun Kongregasi dan 25 Tahun Komunitas Roh Suci.
Para Suster dengan segala talenta memberikan diri untuk menyambut pera-yaan
syukur ini. Perayaan kali ini sungguh berbeda dengan perayaan-perayaan syukur
sebelumnya. Suasananya lebih meriah dan melibatkan banyak pihak.
Wednesday, January 30, 2013
1000 Pohon untuk Wonosari, Gunung Kidul
Antara
Singkil dan Mbulu
Udara
pagi yang segar sekitar pukul 05.30 WIB Sabtu, 24 November
2012 mengantar rombongan para Suster Yunior Yogyakarta ke arah Desa
Singkil, Wonosari untuk memulai kegiatan tanam pohon. Kegiatan yang
sebelumnya telah diawali dengan sosialisasi pembuatan pupuk dan
pembuatan lubang tanam ini dimulai sekitar pukul 07.00 WIB.
Para
Suster disambut oleh Mbah Darmo sebagai
sesepuh desa dan sejumlah warga Desa Singkil yang telah berkumpul di
halaman rumah Mbah Darmo. Beberapa warga membantu menurunkan beberapa
tanaman buah tambahan yang dibawa oleh para Suster Yunior. Jenis
pohon yang akan ditanam sebagai perindang jalan antara lain pohon
trembesi, munggur, ketapang dan sengon.
Anakan
pohon yang akan ditanam
Sebelum
memulai tanam pohon, Mbah Darmo memberi pengarahan tentang kegiatan
ini dan membagi 2 kelompok besar yang nanti akan bergerak bersama.
Kelompok pertama di desa Singkil dan kelompok kedua di Desa Mbulu.
Tepat pukul 07.00 WIB dua kelompok bergerak bersama melakukan
penanaman di sepanjang jalan ke arah Gua
Maria Tritis dari Desa Singkil sampai ke Desa Mbulu. Para warga
dengan berbekal cangkul, setumpuk potongan bambu sepanjang 1 meter
dan potongan tali rafia, mulai bergerak melakukan penanaman di
sepanjang jalan.
Warga
bersama para Suster berkumpul di kediaman Mbah Darmo sebelum memulai
penanaman
Sementara
Ibu-ibu membawa beberapa tanaman dengan gendongan di punggung mereka.
Lubang-lubang yang telah disiapkan digali
kembali untuk ditanami. Anakan pohon yang ditanam diikat ke batang
bambo dengan tali rafia agar tanaman dapat berdiri tegak. Beberapa
warga mengingatkan agar tidak menanam tanaman berdekatan dengan tiang
atau kabel listrik yang ada di sepanjang jalan karena nanti akan
membahayakan kalau tanaman tumbuh besar. Para warga yang ikut, baik
laki-laki dan perempuan terutama ibu-ibu dan juga beberapa orang muda
berbaur dengan para Suster Yunior dengan semangat dan gembira
melakukan penanaman.
Tepat
pukul 08.00 WIB acara penanaman selesai. Dua kelompok bertemu di
batas antara Desa Singkil dan Desa Mbulu,
kemudian warga dan para Suster yang masih
Keterlibatan
warga dalam penanaman pohon
di
atas. Pukul 08.30 Seluruh warga yang melakukan penanaman berkumpul
kembali di halaman rumah Mbah Darmo untuk beristirahat.
Pada kesempatan itu Mbah Darmo atas nama seluruh warga Desa Singkil
dan Mbulu mengucapkan terima kasih kepada Para Suster yang telah
memberikan diri dan perhatiannya pada lingkungan yang ada di sana.
Segenap warga desa berterima kasih dan bersyukur dengan harapan besar
bahwa anakan-anakan pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan subur dan
menghijaukan daerah di sana.
Menanam
pohon di lahan gersang
Para
Suster Yunior yang diwakili oleh Sr. Theresia Sako mengucapkan terima
kasih atas keterbukaan dan kerjasama yang baik dari Mbah Darmo dan
seluruh warga sehingga seluruh kegiatan mulai dari proses pembuatan
pupuk, menyiapkan lubang tanam hingga penanaman pohon ini dapat
berjalan dengan lancar.
Kami juga berharap semoga segala jerih payah yang telah dilakukan
selama proses penanaman pohon ini tidak sia-sia, mendapat berkat dari
Tuhan. Semua anakan pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan subur,
baik pohon untuk perindang jalan maupun pohon buah-buahan yang
ditanam di halaman rumah warga.
Acara
kemudian dilanjutkan dengan istirahat bersama sebagai ungkapan syukur
dengan makan dan minum sederhana yang telah disediakan, roti,
biskuit, dan teh manis. Suasana akrab dan gembira tak bisa ditutupi.
Berfoto bersama sebagai kenang-kenangan menjadi penutup seluruh
kegiatan hari itu.
Sr. Maria Yelina, SSpS
“Lagi galau…..curhat dengan Yesus yukkk…”
Engkau
berharga di mata-Ku merupakan
tema dari Gladi Rohani bersama remaja Katolik yang bersekolah di SMP
Negeri Kabupaten Sleman.
SMP Negeri yang terlibat dalam kegiatan Gladi Rohani ini antara lain,
SMPN 1 Kalasan, SMPN 2 Kalasan, SMPN 2 Berbah dan SMPN 3 Berbah,
semua peserta berjumlah 50 siswa/i.
Gladi
Rohani remaja dilaksanakan di tempat Outbond
Banyusumilir dan menginap di wisma Yesus sang Penebus, di desa
Srowulan, Purwobinangun, Pakem, Kaliurang. Kegiatan selama Gladi
Rohani antara lain, seminar tentang Remaja dan Seksualitas yang
diberikan oleh Dr. dr. FX. Wikan Indrarto, SpA. Dalam remaja dan
seksualitas, remaja diperkenalkan tentang fungsi alat reproduksi
wanita maupun pria, serta seksualitas di kalangan remaja. Materi ini
sangat menarik minat mereka, hal ini dapat dilihat dengan antusias
para remaja untuk mendengarkan dan bertanya serta mencatat no.hp
dokter untuk bertanya secara pribadi.
Sesudah
materi yang diberikan oleh dr. Wikan, remaja juga menerima materi
tentang seksualitas dipandang dari Agama Katolik yang disampaikan
oleh Sr. Teresia Sako, SSpS. Melalui materi ini, para remaja bukan
hanya paham mengenai seksualitas dari sudut pandang kesehatan ataupun
sosial melainkan juga dari Gereja Katolik, dengan harapan remaja
mulai dapat berpikir ketika mereka akan melakukan tindakan yang
menyimpang.
Hari
berikutnya materi yang diberikan kepada para remaja adalah tentang
kehidupan menggereja sebagai seorang remaja, diawali dengan
pengenalan perlengkapan misa dan sikap dalam misa. Materi ini
diberikan oleh Sr. Patrisia Bria SSpS, dan
Sr. Sofia Nona Puka, SSpS, kemudian sesudah materi kegiatan
dilanjutkan dengan outbond
yang dikoordinir oleh Sr. Nining, SSpS.
![]() |
| Salah satu kegiatan dalam outbond “ember cinta” |
Melalui
materi-materi remaja yang diberikan diharapkan remaja mengenal
terlebih dahulu secara fisik siapa dirinya. Setelah mengenal, mereka
dapat menghargai tubuh yang telah dianugerahkan oleh Tuhan kepada
mereka, sehingga mereka dapat menggunakan dengan benar. Dengan
mengenal dan menghargai tubuh, maka remaja juga dapat menghargai
orang lain.
Para
suster dan peserta Gladi Rohani berfoto bersama usai kegiatan
Sr. M. Sanctisima, SSpS
Saturday, January 19, 2013
PRA PENANAMAN: PENGGALIAN LUBANG UNTUK PENANAMAN POHON
Hari Sabtu, tanggal 13 Oktober sebanyak 150 orang warga dari
Padukuhan Singkil dan Mbulu telah bersama-sama menggali lubang
sepanjang 2 km sebagai persiapan untuk penanaman pohon.
Partisipasi warga tersebut dilakukan atas inisiatif dari warga
Padukuhan, karena musim hujan telah datang. Aktivitas warga yang
sebagian besar merupakan petani tergantung pada iklim, sehingga
ketika musim penghujan tiba maka warga segera melakukan pena-naman
benih dan mempersiapkan lahan.
Mbah Darmo selaku sesepuh warga, yang menggerakkan warga untuk segera
melakukan penggalian lubang agar aktivitas warga untuk bercocok tanam
tidak terhambat.
Kegiatan ini tidak dapat diikuti oleh para Suster, karena penggalian
lubang ini lebih awal berlangsung dari rencana sebelumnya. Mbah Darmo
menjelaskan kepada para Suster tentang pentingnya hujan bagi warga
Wonosari khususnya wilayah yang menjadi sasaran yunior Komunitas Roh
Suci melak-sanakan kegiatannya.
Melihat
musim penghujan yang sudah mulai tiba, maka perwakilan Suster Yunior
yang datang, bersama dengan Mbah Darmo meng-adakan pembicaraan
tentang jadual penana-man pohon. Penanaman pohon yang sedianya akan
dilaksanakan pada bulan Januari 2013 akhirnya dimajukan menjadi bulan
November 2012. Untuk itu para Suster berusaha untuk mempersiapkan
segala sesuatunya dengan baik khususnya dalam penyediaan pohon.
Pada saat penyusunan jadual kegiatan penanaman pohon, Mbah Darmo
menyam-paikan “bahwa para Suster bertugas untuk menyiapkan pohon
dan nanti saya akan membuat “kejutan” untuk waktu penanaman,
karena musim hujan telah tiba”.
Selain
lubang sepanjang 2 km yang sudah dipersiapkan, warga Padukuhan juga
telah menyiapkan lahan seluas 500 m2.
Lahan tersebut merupakan lahan khas desa yang akan digunakan sebagai
lahan percontohan bagi petani, sehingga para Suster secara rutin akan
melakukan pengecekan.
Hari itu, para Suster juga melihat per-kembangan pupuk yang telah
berusia tiga minggu dan siap untuk “dipanen”. Pupuk tersebut pada
akhirnya akan dimanfaatkan untuk pohon yang akan ditanam.
Sr. M. Sanctisima, SSpS
SIKRAB Religius Kevikepan Yogyakarta
Forum Biarawan/i Kevikepan Yogyakarta pada hari Minggu
16 September 2012, mengadakan kegiatan SIKRAB (Siang Keakraban), di
Wisma Budaya Sinduarjo, Yogyakarta. Kegiatan ini diperuntukkan bagi
religius yang duduk di semester awal, merupakan salah satu sarana
bagi kaum religius mahasiswa se-Kevikepan untuk saling mengenal,
selain itu kegiatan ini merupakan “wadah” untuk saling berbagi
pengalaman sebagai seorang religius mahasiswa.
Peserta yang hadir sejumlah 100 biarawan/i terdiri dari
15 Tarekat dan Mahasiswa/i UIN (Universitas Islam Negeri Yogyakarta).
SIKRAB dibuka dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Rm. Heru
Prakoso, SJ. Beliau menyampaikan bahwa studi meru-pakan sarana untuk
masuk lebih dalam pada panggilan kita sebagai religius, yaitu dengan
selalu sadar menyeimbangkan seluruh aspek hidup religius, dengan
berani memper-tanggungjawabkan apa yang dibuat dan berani mengambil
resiko.
Setelah
Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjut-kan dengan seminar oleh Rm. Heru
Prakoso, SJ dengan tema “Membangun
Kesadaran Diri sebagai Religius yang Hidup di Tengah Dunia”. Dalam
seminar tersebut Romo mengkritisi dan menjelaskan lebih rinci lagi
mengenai peran seorang religius yang diberi perutusan untuk studi.
Romo memberikan banyak pandangan dan contoh konkret mengenai
bagaimana peran seorang religius yang seharusnya dalam komunitas,
kampus dan di dalam masyarakat sekitar. Dalam masyarakat, para
religius baik biarawan/ti dan para santri mempunyai peran penting
dalam memdampingi umat, untuk itu diharapkan dapat memberikan sebuah
teladan atau sikap hidup yang selayaknya, sehingga para religius dan
para santri dapat ikut terlibat dalam usaha mewujudkan masyarakat
yang rukun dan saling menghargai.
Di
akhir seminar para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan
diberi tugas untuk saling bersharing serta menuliskan langkah-langkah
atau kegiatan yang dapat dilakukan berikutnya sehingga dapat
merealisasikan kesadaran-kesadaran yang diperoleh.
Setelah
makan siang, acara dilanjutkan dengan outbound.
Peserta dibagi menjadi 10 kelompok dengan 5 pos permainan (jaring
laba-laba, menjinakkan bom, ember berjalan, benteng pertahanan dan
menara pipa). Kegiatan SIKRAB ditutup dengan evaluasi dan snack
bersama serta pembagian hadiah oleh panitia.
Sr.
Yohana Nining, SSpS
Pra-Penanaman Pohon di Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul
Sebagai permulaan dari kegiatan yunior komunitas Roh Suci Yogyakarta
yaitu penanaman pohon di Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, ada
beberapa rangkaian kegiatan yang telah dan akan kami laksanakan.
Kegiatan yang pertama, pada tanggal 9 September 2012, para
Suster Yunior mengikuti pelatihan pembuatan pupuk kompos di
komunitas, dan yang memberi pela- tihan adalah Br. Pius, SVD. Br.
Pius merupakan mahasiswa dari Institut Pertanian Yogyakarta, dan
dalam proses pelatihan ini, sebelum melakukan praktek tentang
pembuatan pupuk kompos, kami juga dihantar untuk mengenalkan tentang
apa itu kompos, bagaimana cara proses pembuatannya, serta keuntungan
menggunakan pupuk kompos bagi kita.
Setelah
pengantar, kami bersama dengan Br. Pius melakukan praktek bersama
bagaimana membuat pupuk kompos, dengan bahan-bahan yang ada di
lingkungan komunitas ditambah dengan kotoran sapi. Hasilnya satu
minggu setelah pelatihan sampah-sampah yang telah kami kumpulkan
telah sebagian besar terurai, dan satu minggu kemudian siap untuk
kami panen.
Kegiatan yang kedua, tanggal 16 September 2012 kami mengadakan
pelatihan pembuatan pupuk kompos, bersama petani di Desa Mbulu,
Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul. Para Suster dibagi dalam beberapa
tim untuk pelaksanaan program ini, sehingga tim pembuatan pupuk (Sr.
Fransiska, Sr Yasinta Anu Ota, Sr Yasinta Jehadut, Sr Frida Lioba, Sr
Sophia, dan Sr Kiki) yang bertanggung jawab memberikan pelatihan
kepada para petani di Desa Mbulu.
Dalam kegiatan ini kami juga tetap menghadirkan Br. Pius, SVD sebagai
narasumber utama, untuk meyakinkan masyarakat bahwa kegiatan ini
merupakan kegiatan yang akan berkelanjutan, maka pen- ting bagi kami
untuk menghadirkan orang yang berkompeten dalam bidangnya. Kegiatan
ini juga dibantu oleh beberapa orang an-tara lain, Mas Toro, Didik
(INSTIPER), Charles (UAJY), Advent dan Br. Endo (SADHAR) serta Br.
John (UST).
Pelatihan ini dihadiri oleh petani Desa Mbulu yang berjumlah 15
orang, karena hari itu bertepatan dengan acara selamatan 1000 hari
salah satu warga desa, sehingga warga tidak dapat hadir seluruhnya.
Kegiatan dilaksanakan di rumah Pak Jumari selaku Kepala Dukuh Mbulu,
dan mereka yang hadir cukup antusias mengikuti pelatihan ini. Acara
diawali dengan pengantar dari Sr. Kiki, dilanjutkan dengan sambutan
dari Pak Jumari kemudian dilanjutkan dengan materi dari Br. Pius
serta praktek pembuatan pupuk. Acara ditutup oleh Sr. Kiki, kemudian
kami berpamitan untuk pulang kembali ke Jogja.
Sr. M. Sanctisima, SSpS
Syawalan Waria di Pondok Pesantren Senin Kamis Al-Fatah , Yogyakarta
Para
Suster diundang untuk mengadakan acara syawalan bersama waria pada
hari minggu, 9 september 2012 di Pondok Pesantren Al-Fatah yang biasa
dikenal dengan Pondok Pesantren Senin-Kamis, Yogyakarta.
Hadirin
yang hadir dalam acara Syawalan dalam
acara silahturahmi bersama tersebut adalah para Uztad pendamping para
santri (waria).
Ust.
Abdul Muis ketika menyampaikan wejangan
Dalam
wejangan yang disampaikan oleh
Ustadz Drs.Abdul
Muis,
para hadirin diajak untuk mengurai makna dari kata “Pecel”. Pecel
disini dalam arti yang sesungguhnya merupakan salah satu jenis
masakan yang terdiri dari berbagai macam sayuran/dedaunan dan
beraneka warna, dengan tambahan bumbu kacang yang dihaluskan.
Beliau menyampaikan bahwa, itulah kelebihan dari makanan pecel,
rasanya sedap karena makanan ini berasal dari campuran berbagai macam
sayuran, jika dinikmati sendiri-sendiri maka rasanya tidak sedap.
Begitu pula dengan kita yang hadir saat ini, kita berasal dari agama
yang berbeda-beda, suku yang berbeda, ada laki-laki, perempuan dan
ada pula waria, dan kita semua adalah ciptaan Tuhan, mari kita kita
hidup rukun dan tidak saling mencaci, karena itu akan merusak
persaudaraan serta kerukunan.
Inilah kehendak Allah menciptakan manusia yaitu saling menghormati,
menghargai, saling berdampingan, hidup rukun, saling kenal, saling
sayang, bantu membantu, maka hidup kita akan bahagia dunia akhirat.
Pada akhir wejangannya beliau mengatakan, “sungguh indah kasih
Tuhan yang sudah mempersatukan segala macam manusia untuk saling
menghormati dan menghargai, hidup rukun dan damai”.
Syawalan kali ini sungguh dapat menggugah para hadirin, semoga
semakin terjalin kerukunan diantara manusia yang juga telah dimulai
oleh teman-teman waria.
Sr.
M. Christina, SSpS
Wednesday, March 28, 2012
JOGYAKARTA : Perlombaan Olah Raga antar Komunitas Waria
Para peserta Waria
saat mengikuti pertandingan Bola Volley
Sudah lebih dari 2 tahun, para suster Komunitas Roh Suci Yogyakarta menjalin kerjasama dengan teman-teman waria Yogyakarta, dan mengingat kerjasama yang sudah terjalin tersebut, maka Iwayo (Ikatan Waria Yogyakarta) mengundang para suster Komunitas Roh Suci Yogyakarta untuk hadir dalam perayaan lomba olah raga antar komunitas waria di Yogyakarta. Kurang lebih ada 10 komunitas waria yang tersebar di Yogyakarta, antara lain Komunitas Waria Badran, Komunitas WABI (Waria Bank Indonesia), Komunitas Waria Sorogenen, Komunitas Waria Rejoinangun, Komunitas Waria Kotagede-Bantul, Komunitas Waria Kricak, dll. dan pada kesempatan itu hadir pula anggota Iwaso (Ikatan Waria Solo) untuk ikut serta memeriahkan acara.
Subscribe to:
Posts (Atom)



















