Komunitas
St. Rafael Singaraja membuat
pupuk organik dari
sampah dapur dengan penggunaan
MOL (Mikro Organisme Lokal) yang dibuat dari kulit pisang. MOL
berguna untuk membantu proses
pembusukan lebih cepat sehingga mampu mengembalikan unsur hara dalam tanah.
PROVINSI MARIA BUNDA ALLAH
di Jawa-Bali-Lombok-Sumatra-Papua, INDONESIA
di Jawa-Bali-Lombok-Sumatra-Papua, INDONESIA
Showing posts with label Singaraja. Show all posts
Showing posts with label Singaraja. Show all posts
Sunday, January 17, 2016
Thursday, January 14, 2016
Misi di TPA dan Renovasi Gedung PG dan TK St. Rafael Singaraja
Sejak dibuka
11 Juli 2011 lalu,
TPA St. Rafael yang dikelola para suster Komunitas St. Rafael Singaraja
semakin berkembang. Selain usia SD saat ini TPA juga menerima
titipan bayi umur
6 bulan. TPA menggunakan bangunan bekas BKIA Pantisila. Jumlah
bayi yang dititipkan
semakin bertambah banyak.
Selain TPA, karena kebutuhan misi akhirnya di-buka pula kelas TK dan PAUD terpadu. Sampai hari akhir
Oktober 2015 ini, dari
bayi sampai dengan TK
berjumlah 84 anak,
jumlah ini tidak selalu sama berhubung adanya anak yang titip sementara atau hanya sekedar
Anak-anak TPA sedang Senam Bersama
Friday, November 20, 2015
Doa Adorasi Bersama Umat Basis Keluarga Kudus Nazaret - Komunitas St. Rafael, Singaraja
Menanggapi
kerinduan hati umat Paroki St. Paulus Singaraja khususnya kelompok Basis
Keluarga Kudus Nazaret untuk berdoa bersama dengan para Suster maka Kamis, 8 Oktober 2015 para Suster menerima
kunjungan umat basis keluarga kudus Nazaret untuk berdoa Adorasi bersama. Umat yang hadir sekitar 40 orang mulai dari
anak-anak sampai dengan orang tua.
Monday, December 5, 2011
SINGARAJA : Taman Penitipan Anak “ Pantisila”
Taman Penitipan Anak (TPA) Pantisila, Singaraja
mulai dibuka tanggal 18 Juli 2011.
Anak-anak yang dititipkan tahap pertama berjumlah enam anak. Empat Orang tua dari anak-anak tersebut bekerja di Yayasan Insan Mandiri sebagai guru dan Tenaga Tata Usaha. Sedangkan dua anak lainnya bekerja sebagai guru di sekolah negeri. Pada umumnya anak-anak perempuan yang dititipkan di Taman kami. Hanya dua anak laki-laki yang dititipkan. Agar mudah dikenal maka dipilih Pantisila sebagai nama TPA kami. Pantisila merupakan nama yang tidak asing lagi bagi umat Buleleng dan sekitarnya.
Hari pertama merupakan kenangan yang menegangkan karena sebagian besar anak menangis. Bahkan ada yang menangis dari sejak pertama datang sampai orang tuanya menjemput. Anak ini berhenti menangis ketika tidur saja. Selama satu bulan merupakan hari-hari yang melelahkan sekaligus menantang untuk membantu anak-anak merasa nyaman.
Subscribe to:
Posts (Atom)


