PROVINSI MARIA BUNDA ALLAH

di Jawa-Bali-Lombok-Sumatra-Papua, INDONESIA

Showing posts with label pengetahuan umum. Show all posts
Showing posts with label pengetahuan umum. Show all posts

Friday, March 30, 2012

Minggu Palma


Perayaan Minggu Palma bagi umat Katolik adalah penyambutan Tuhan Yesus-naik keledai-masuk ke kota Yerusalem sebelum Ia disalibkan. Masuknya Yesus ke kota, disambut bagaikan raja. Minggu Palma disebut juga sebagai Minggu pembuka pekan suci karena dalam satu minggu kedepannya ada 3 hari suci, Kamis Putih, Jumat Agung, dan Paskah. Di dalam tradisi Gereja Katolik peristiwa Minggu Palma ditandai dengan dibagikannya daun palma kepada umat. Dengan begitu, umat diajak untuk ikut menyambut kedatangan Yesus. Gereja pun juga larut dalam gempita penyambutan sang raja. Namun dibalik kemeriahan peristiwa itu, tidak bisa menghilangkan suasana duka. Oleh karenanya, saat Perayaan Ekaristi dibacakan Kisah Sengsara Yesus, tetapi tidak dinyanyikan seperti perayaan Jumat Agung. Dalam Kitab Suci tersimpan peristiwa Yesus dielu-elukan oleh rakyat ketika Ia masuk kota Yerusalem. Peristiwa itu masuk dalam liturgi Gereja baru pada akhir abad ke-4. Kemudian sejak abad ke-10 mendapat bentuk seperti dilaksanakan oleh umat Kristiani sampai sekarang.


Wednesday, March 28, 2012

Masa Prapaskah


Masa Prapaskah adalah masa pertumbuhan jiwa kita. Kadang-kadang jiwa kita mengalami masa-masa kering di mana Tuhan terasa amat jauh. Masa Prapaskah akan mengubah jiwa kita yang kering itu. Masa Prapaskah juga membantu kita untuk mengatasi kebiasaan-kebiasaan buruk seperti mementingkan diri sendiri dan suka marah. Akhirnya, hanya ada dua kata untuk menyimpulkan apa itu Masa Prapaskah, yaitu: "NIAT" dan "USAHA".

Masa Prapaskah Pada awalnya terdiri empat puluh hari masa tobat dihitung dari hari Sabtu sore menjelang Hari Minggu Prapaskah I sampai dengan peringatan Perjamuan Malam Terakhir pada hari Kamis Putih; sesudah itu dimulailah Misteri Paskah. Sekarang, Masa Prapaskah terbagi atas dua bagian. Pertama, empat hari dari Hari Rabu Abu sampai Hari Minggu Pra-paskah I. Kedua, tiga puluh enam hari sesudahnya sampai Hari Minggu Palma. Masa Prapaskah bagian kedua adalah masa Mengenang Sengsara Tuhan. Makna empat puluh hari dapat ditelusuri dari kisah Musa yang sebagai wakil Hukum (Taurat) dan Elia yang sebagai wakil Nabi. Musa berbicara dengan Tuhan di gunung Sinai dan Elia berbicara dengan Tuhan di gunung Horeb, setelah mereka menyucikan diri dengan berpuasa selama empat puluh hari (Keluaran 24:18, IRaja-raja 19:8). Setelah dibaptis, Tuhan Yesus mempersiapkan diri untuk tampil di hadapan umum juga dengan berpuasa selama empat puluh hari di padang gurun. Di sana Ia dicobai setan.

Thursday, February 23, 2012

Seputar Rabu Abu

Rabu Abu adalah permulaan Masa Prapaskah, yaitu masa pertobatan, pemeriksaan batin dan berpantang guna mempersiapkan diri untuk Kebangkitan Kristus dan Penebusan dosa kita. Mengapa pada Hari Rabu Abu kita menerima abu di kening kita? Sejak lama, bahkan berabad-abad sebelum Kristus, abu telah menjadi tanda tobat. Misalnya, dalam Kitab Yunus dan Kitab Ester. Ketika Raja Niniwe mendengar nubuat Yunus bahwa Niniwe akan ditunggangbalikkan, maka turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu. (Yunus 3:6).  Dan ketika Ester menerima kabar dari Mordekhai, anak dari saudara ayahnya, bahwa ia harus menghadap raja untuk menyelamatkan bangsanya, Ester menaburi kepalanya dengan abu (Ester 4C:13). Bapa Pius Parsch, dalam bukunya "The Church's Year of Grace" menyatakan bahwa "Rabu Abu Pertama" terjadi di Taman Eden setelah Adam dan Hawa berbuat dosa. Tuhan mengingatkan mereka bahwa mereka berasal dari debu tanah dan akan kembali menjadi debu. Oleh karena itu, imam atau diakon membubuhkan abu pada dahi kita sambil berkata: "Ingatlah, kita ini abu dan akan kembali menjadi abu" atau "Bertobatlah dan percayalah kepada Injil". Abu yang digunakan pada Hari Rabu Abu berasal dari daun-daun palma yang telah diberkati pada perayaan Minggu Palma tahun sebelumnya yang telah dibakar. Setelah Pembacaan Injil dan Homili abu diberkati. Abu yang telah diberkati oleh gereja menjadi benda sakramentali. 

Cuplikan Pesan Bapa Paus Benedictus XVI dalam memperingati HOST ke-20


Saudara-saudari yang terkasih,
Pada kesempatan Hari Orang Sakit Sedunia, yang akan kita peringati pada tanggal 11 Februari 2012, bersamaan dengan peringatan Penampakan Santa Perawan Maria di Lourdes dan pada tahun ini, yang melibatkan persiapan untuk Hari Orang Sakit Sedunia, akan diperingati di Jerman pada tanggal 11 Februari 2013 dan berfokus pada figur Injil Orang Samaria Yang Baik Hati, dengan menekankan “sakramen penyembuhan”, yaitu sakramen Tobat dan Pengakuan Dosa serta sakramen Pengurapan Orang Sakit, yang keduanya mencapai kepenuhannya di dalam Komuni Ekaristi.

Sunday, February 12, 2012

Sejarah hari Valentine


Kisah St. Valentine adalah seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ke-III. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Ia sangat membenci kaisar tersebut. Claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya.  Namun sayangnya keinginan ini tidak didukung. Para pria enggan terlibat dalam peperangan. Karena mereka tidak ingin meninggalkan keluarga dan kekasih hatinya. Hal ini membuat Claudius marah, dia segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila. Claudius berfikir bahwa jika pria tidak menikah, mereka akan senang hati bergabung dengan militer. Lalu Claudius melarang adanya pernikahan. Pasangan muda saat itu menganggap keputusan ini sangat tidak masuk akal.

Monday, December 26, 2011

Pesan perdamaian Bapa Paus Benedictus XVI untuk orang muda “Paus: Orang muda diajarkan keadilan dan perdamaian”

Ketika orang muda mengakui martabat dan keindahan dari setiap kehidupan manusia, termasuk mereka sendiri, dan didukung dengan keinginan kodrati mereka untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik, mereka akan menjadi agen keadilan dan perdamaian di dunia, demikian Paus Benediktus XVI. Perdamaian dan keadilan dibangun untuk “menghormati kepada setiap manusia dan membantu orang lain menjalani kehidupan dengan bermartabat,” kata Paus dalam pesannya untuk Hari Perdamaian se-Dunia 2012.
Gereja Katolik merayakan Hari Perdamaian Dunia pada 1 Januari. Pesan Paus untuk acara itu dirilis 16 Desember di Vatikan dan dikirim melalui para Duta Besar Vatikan, kepada para pemimpin negara-negara di seluruh dunia. Paus memilih tema untuk perayaan itu: “Educating Young People in Justice and Peace.”
Ia meminta orangtua dan guru untuk lebih memperhatikan harapan dan ketakutan dari orang muda saat ini dan  mengajarkan mereka nilai-nilai yang benar.


Monday, December 19, 2011

Sejarah masa Advent

Masa Advent dimulai pada hari Minggu terdekat sebelum Pesta St. Andreas, antara tanggal 27 November dan 3 Desember, dan berlangsung sampai Malam Natal 24 Desember. Masa Adven berlangsung selama empat hari Minggu dan empat minggu persiapan, meskipun minggu terakhir Adven pada umumnya terpotong dengan tibanya Hari Natal. Nama Adven diambil dari kata Latin Adventus yang artinya adalah Kedatangan.
Masa Adven mengalami perkembangan dalam kehidupan rohani Gereja. Sejarah asal-mula Adven sulit ditentukan dengan tepat. Adven diduga mulai dirayakan dikalangan umat Kristen sejak abad keempat. Dalam bentuk awalnya, yang bermula dari Perancis, Masa Adven merupakan masa persiapan menyambut Hari Raya Epifani, hari di mana para calon dibaptis menjadi warga Gereja; jadi persiapan Adven amat mirip dengan Prapaskah dengan penekanan pada doa dan puasa yang berlangsung selama tiga minggu dan kemudian diperpanjang menjadi 40 hari. Pada tahun 380, Konsili lokal Saragossa, Spanyol menetapkan tiga minggu masa puasa sebelum Epifani. Diilhami oleh peraturan Prapaskah, Konsili lokal Macon, Perancis, pada tahun 581 menetapkan bahwa mulai tanggal 11 November (pesta St. Martinus dari Tours) hingga Hari Natal, umat beriman berpuasa pada hari Senin, Rabu, dan Jumat. Lama-kelamaan, praktek serupa menyebar ke Inggris. Di Roma, masa persiapan Adven belum ada hingga abad keenam, dan dipandang sebagai masa persiapan menyambut Natal dengan ikatan pantang puasa yang lebih ringan.

Wednesday, October 26, 2011

Pesan Bapa Suci Benediktus XVI, di Hari Minggu Misi Dunia ke-85

Minggu,23 Oktober 2011 adalah  Minggu Misi Sedunia Sedunia yang ke-85,


Pesan Bapa Suci Benediktus XVI:
Pada perayaan Tahun Yubelium 2000, yang dipandang sebagai awal millennium baru abad Kekristenan, mendiang (paus) Beato Yohanes Paulus  II, menegaskan perlunya pembaharuan komitmen dalam mewartakan Injil kepada semua makhluk dengan “semangat jemaat Kristen perdana” (surat Apostolik, Novo Millenio Ineunte, 58). Pewartaan Injil ini merupakan pelayanan yang sangat berharga yang dapat dipersembahkan oleh Gereja bagi seluruh umat manusia dan bagi semua orang yang mencari makna terdalam bagi hidup dan eksistensinya. Karena itu, ajakan yang sama didengungkan kembali setiap tahunnya pada Hari Misi Sedunia. Sudah terbukti bahwa pewartaan Injil yang terus menerus tanpa henti semakin meneguhkan gairah hidup dan semangat kerasulan Gereja. Demikian juga Gereja membaharui metode-metode pastoralnya agar selalu cocok terhadap aneka situasi baru – termasuk mereka yang membutuhkan evangelisasi baru dan disemangati oleh tuntutan misionernya. “Karya-karya missioner sungguh dapat memperbaharui Gereja, menghidupkan iman dan jati diri Kristiani serta memberikan semangat yang segar dan daya dorong yang baru. Iman semakin diteguhkan ketika iman ini dibagikan kepada orang lain! Ini merupakan komitmen perutusan universal Gereja dimana penginjilan baru dari jemaat Kristiani akan menemukan inspirasi dan dukungannya” (Yohanes Paulus II, Ensiklik Redemptoris Missio, 2)


Seputar Hari Minggu Misi 2011


Pastor William Grimm MM adalah seorang imam, yang  tinggal di Tokyo dan publisher UCA News, serta mantan kepala editor Katorikku Shimbun, mingguan Katolik Jepang. Minggu, 23 Oktober 2011 merupakan Hari Minggu Misi Dunia. Kata apakah yang ada tujuh huruf untuk menggambarkan Gereja?Jawabannya adalah Mission (misi) yang berarti perutusan. Perutusan adalah “panggilan” dari Trinitas dan dasar hubungan kita dengan Allah. Bapa mengirimkan Putra-Nya ke dalam dunia dalam wujud Inkarnasi. Bapa dan Putra mengutus Roh Kudus ke atas para murid. Roh Kudus memberdayakan dan mendorong para murid untuk mewartakan Injil. Roh Kudus adalah utusan untuk Gereja. Kita berkumpul (akar kata dari Gereja) untuk diutus. Ini adalah alasan seluruh keberadaan Gereja. Bulan ini, populasi dunia mencapai tujuh miliar. Karena jumlah penduduk dunia berkembang, begitu juga agama Kristen. Di beberapa tempat, pertumbuhan sangat pesat sehingga beberapa memprediksi bahwa orang Kristen mungkin dalam waktu yang tidak terlalu lama menjadi mayoritas penduduk dunia, tetapi bukan Kristen Katolik.

 

Sejarah Bulan Mei dan Oktober dijadikan sebagai Bulan Maria

 
Secara tradisi, Gereja Katolik mendedikasikan bulan- bulan tertentu untuk devosi tertentu. Bulan Mei yang sering dikaitkan dengan permulaan kehidupan, karena pada bulan Mei di negara- negara empat musim mengalami musim semi atau musim kembang. Maka bulan ini dihubungkan dengan Bunda Maria, yang menjadi Hawa yang Baru. Hawa sendiri artinya adalah ibu dari semua yang hidup, “mother of all the living” (Kej 3:20). Devosi mengkhususkan bulan Mei sebagai bulan Maria diperkenalkan sejak akhir abad ke 13. Namun praktek ini baru menjadi populer di kalangan para Jesuit di Roma pada sekitar tahun 1700-an, dan baru kemudian menyebar ke seluruh Gereja. Pada tahun 1809, Paus Pius VII ditangkap oleh para serdadu Napoleon, dan dipenjara. Di dalam penjara, Paus memohon dukungan doa Bunda Maria, agar ia dapat dibebaskan dari penjara. Paus berjanji bahwa jika ia dibebaskan, maka ia akan mendedikasikan perayaan untuk menghormati Bunda Maria. Lima tahun kemudian, pada tanggal 24 Mei, Bapa Paus dibebaskan, dan ia dapat kembali ke Roma. Tahun berikutnya ia mengumumkan hari perayaan Bunda Maria, Penolong umat Kristen. Demikianlah devosi kepada Bunda Maria semakin dikenal, dan Ketika Paus Pius IX mengumumkan dogma “Immaculate Conception/ Bunda Maria yang dikandung tidak bernoda” pada tahun 1854, devosi bulan Mei sebagai bulan Maria telah dikenal oleh Gereja universal.


Thursday, September 29, 2011

Penyebab dan akibat radiasi Hp dan Laptop serta pencegahannya

Dalam Era modern ini, teknologi berkembang sangat pesat, salah satunya adalah maraknya penggunaan HP. Dibalik manfaatnya, banyak juga efek negatife yang tanpa di sadari dapat mengganggu kesehatan manusia khususnya terhadap anak-anak.

Radiasi Elektromagnetik adalah kombinasi medan listrik dan magnet yang merambat lewat ruang dan membawa energi dari satu tempat ke tempat yang lain. Jadi dampak radiasi tidak boleh diabaikan begitu saja. Oleh karena itu para ahli peneliti khususnya radiasi dan bahayanya mengatakan bahwa pengaruh radiasi pada HP dapat menyebabkan kerusakan DNA dalam tubuh dan dapat melemahkan sistem pertahanan tubuh melawan infeksi dan penyakit. Radiasi HP juga dapat membuat panas otak sehingga mengganggu fungsinya.