IOM (International Organization of Migration)
bekerja sama dengan Kongregasi
RGS dan NGOs Justice Without Border
(JWB) dari Singapura mengadakan
pelatihan bagi paralegal pada tanggal 7-8 Oktober 2015 di Hotel Harris Pop
Surabaya. Tema pelatihan adalah Pemenuhan Hak dan Kebutuhan Buruh Migran di
Singapura. Pelatihan diikuti oleh kurang lebih 30 orang peserta utusan dari
LSM-LSM dan Lembaga lain dari Jawa Tengah dan Jawa Timur yang bergerak
menangani kasus-kasus buruh migran. Sr. Mawartina SSpS mewakili Tim JPIC SSpS
Provinsi Jawa turut mengikuti pelatihan tersebut.
PROVINSI MARIA BUNDA ALLAH
di Jawa-Bali-Lombok-Sumatra-Papua, INDONESIA
di Jawa-Bali-Lombok-Sumatra-Papua, INDONESIA
Showing posts with label JPIC. Show all posts
Showing posts with label JPIC. Show all posts
Friday, November 27, 2015
Wednesday, November 18, 2015
Sinau Urip (Belajar Hidup)- Bersama Suku Samin , Pati
Pengalaman ini berawal dari tinggal bersama
dulur-dulur Sikep di Sukolilo, Pati, pada awal bulan September 2014. Dua
minggu tinggal bersama mereka begitu banyak pelajaran hidup yang saya terima.
Salah satunya adalah kegigihan mereka memperjuangkan kelestarian ibu pertiwi,
khususnya daerah pegunungan Kendeng. Mereka berjuang agar ibu pertiwi tidak
dirusak oleh rencana pendirian beberapa pabrik semen, yang direncanakan bahkan
sudah mulai di bangun di pegunungan Kendeng, khususnya daerah Pati, Rembang.
Mereka tidak ingin pegunungan Kendeng, sebagai tempat tinggal, home mereka, sebagai ibu yang memberi
nafkah dan hidup bagi mereka sebagai petani, sebagai tempat menyimpan air dan membangun
persaudaraan se-sama sedulur di sana dihancurkan.
Sunday, October 18, 2015
Forum Pastoral Serumpun Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan, Kevikepan Blitar
Minggu, 30 Agustus 2015 di Gua Maria Sendangrejo, Blitar
berlangsung Pertemuan Forum Pastoral Serumpun bersama antar umat beragama
dihadiri oleh 93 orang terdiri dari umat Katolik Stasi Resapombo, Wlingi,
Mojorejo, Paroki St Maria, Paroki St.
Yusuf, perwakilan dari umat Hindu, Kristen dan Islam.
Tuesday, June 30, 2015
Peran Wanita Lintas Agama Dalam Penguatan Kerukunan Umat Beragama
Forum kerukunan
umat beragama dibentuk berdasarkan latar belakang agama dibawah naungan
Pemerintah.Salah
satu perwakilan
dari Agama Katolik yang duduk dikepengurusan adalah Romo Stefanus Kholik Pr
dari paroki Santa Maria Tak Bercela.
Perempuan Indonesia Cuci Bersih Korupsi
Dalam rangka memperingati Hari Perempuan
Sedunia, kami mendapat kesempatan istimewa yakni ikut ambil bagian dalam Aksi
Cuci Bersih Korupsi yang diselenggarakan oleh
Aktivis Perempuan se-DIY.
Kegiatan ini berlangsung pukul 14.00-16.00 WIB di
Gedung Wanita Yogyakarta, Jl. Brigjen Katamso
139, Arah Selatan THR. Dilaksanakan di tempat ini dengan tujuan kembali
memperingati perjuangan Kaum Perempuan Indonesia 86 tahun yang silam. Kegiatan
ini dihadiri oleh Ibu Sinta Wahid, istri dari Almahrum Mantan Presiden
Indonesia, yakni Bapak Gus Dur. Kegiatan ini diawali dengan prosesi dari Taman
Wisata Ria yang jaraknya kira-kira 150m dari gedung Wanita Yogyakarta.
Wednesday, January 7, 2015
DUKA MEREKA JUGA DUKA KITA
)
Pada tanggal 03 Januari 2015 diadakan
Misa Arwah di Gereja Oikoumene di Kompleks Mapolda Jawa Timur yang dipimpin
langsung oleh Bapak Uskup Sutikno Wisaksono selaku selebran utama dan sebagai
konselebran yaitu RD Didik dan RD Harjanto. Misa ini dihadiri oleh keluarga-keluarga
yang anggota keluarga-nya menjadi korban jatuhnya
pesawat Air Asia
dan juga beberapa umat. Adapun maksud diadakan Misa ini adalah untuk mendoakan
semua arwah khususnya arwah 25 korban yang tercatat beragama Katolik yang pada
tanggal ini masuk hari ke-7, dimana belum semua korban ditemukan.
Uskup
Surabaya Mgr.Vinsensius Sutikno Wisaksono memimpin misa arwah tujuh hari meninggalnya
penumpang Air Asia
QZ8501 di Gereja Oikoumene Polda Jatim didampingi
oleh RD Didik (sebelah kanan) dan RD Harjanto (sebelah kiri)
Monday, January 5, 2015
CERITA DUKA DAN HARAPAN
Hari Minggu 4 Januari 2015 bersama
Sr.
Valeria dan Sr.
M. Christina,
saya mengayunkan langkah
menuju Polda Jatim dengan tujuan mengunjungi keluarga penumpang Air Asia
yang berduka. Kami tiba di Posko Ante Mortem dan dicegat oleh petugas
berseragam hitam yang tidak mengijinkan kami masuk karena tidak ada korban yang
kami kenal ataupun ke-luarganya. Akhirnya kami
diijinkan untuk menunggu di rung tunggu keluarga. Di ruangan itu hanya ada 2-3 orang petugas,
masih sepi dan keluarga juga belum berdatangan karena memang masih agak pagi
sekitar pukul
10.00 WIB.
Thursday, January 1, 2015
BERSATU HATI DENGAN MEREKA YANG MENJADI KORBAN JATUHNYA PESAWAT AIR ASIA
Sebagai bentuk
solidaritas kepada sesama yang menderita khususnya keluarga-keluarga yang menjadi korban jatuhnya
Pesawat Air Asia rute
Surabaya-Singapura, maka
pada hari Senin, 01 Januari 2015 tepatnya
pada Pesta Maria Bunda Allah, Sr.
Reinarda SSpS dan Sr.
Theresia
Sitriati SSpS Pk 10.30 – 15.00 WIB,
menemani keluarga-keluarga para Korban di
ruang Critis Center di POLDA Surabaya
yang letaknya satu kompleks dengan
Rumah Sakit Bhayangkara.
Berikut syering dari Sr. Reinarda dan Sr. Theresia Sitriati SSpS:
Kami menyadari bahwa
kepercayaan ini merupakan hadiah yang indah yang kami terima di awal tahun ini. Kami merasakan seperti 2 murid dalam perjalanan ke Emus, dimana dalam
perjalanan menuju ke KAPOLDA penuh antusias dan dikobarkan oleh Roh Allah untuk
membawa Yesus dan bertemu Yesus dalam diri sesama yang akan kami jumpai dan
layani, khususnya keluarga para korban sekaligus kami bertanya-tanya apa yang
akan kami lakukan terhadap mereka?
Para keluarga korban pesawat Air Asia QZ 8501 saat menunggu di ruang Crisis Center POLDA-Jawa Timur,”
Sesampainya di MAPOLDA
kami lang-sung
menghubungi AKBP Murni Hendhy Astuti yang adalah anggota Polda Jawa Timur
yang mendampingi keluarga. Kami di antar
ke ruang tunggu “Care Center” tempat dimana keluarga dilakukan pemeriksaan sehubungan dengan identifikasi
para korban, selanjutnya setelah itu menuju ruang “crisis center” tempat dimana para keluarga korban menunggu
kepastian anggota keluarganya yang hilang. Tak ada satupun keluarga yang kami kenal,
namun karena dorongan Roh Allah maka kami memberanikan diri menyapa
keluarga-keluarga sambil mengucapkan “bela sungkawa/turut berduka cita”.
Sapaan mengawali
perjumpaan dan syering kami.
Belajar untuk benar-benar hadir mendengarkan cerita mereka saat-saat
bersama anggota keluarganya yang menjadi korban pesawat Air Asia sekaligus memberikan penghiburan
dan kekuatan kepada mereka.
Di setiap akhir syering, mereka mengungkapkan “minta tolong doakan mereka
dan kalau ada waktu bisa datang ke sini
lagi. Kerinduan mereka ini kami sampaikan kepada Sr. M. Francisca
SSpS dan beliau mengundang
para Suster yang mempunyai hati dan waktu untuk hadir dalam Perayaan Ekaristi
dan juga dalam pendampingan keluarga yang sedang berduka.
Sr. Theresia Sitriati SSpS
Infokom Edisi 42, Januari 2015
DUKA MEREKA
Tuesday, January 29, 2013
WORKSHOP VIVAT INTERNASIONAL
Pada
tanggal 24-29 September 2012 yang lalu di Wisma Siloam, Kuwu, Ruteng
telah diselenggarakan Workshop
VIVAT Internasional Indonesia - Timor Leste yang diikuti oleh 4
kongregasi religius yaitu; SVD, SSpS, OMI dan SCJ, sehingga peserta
yang hadir kurang lebih berjumlah 85 orang.
Peserta
workshop tersebut
merupakan wakil dari masing-masing kongregasi yang hadir, yang
terdiri dari Provinsial dan Regional SVD-SSpS, para koordinator
JPIC, selain itu hadir pula para pejuang HAM (Hak Asasi Manusia).
Narasumber Workshop
merupakan Tim VIVAT Internasional New York dan Geneva serta dari
Board VIVAT Internasional Roma, antara lain; P. Felix Jones, SVD,
P. Lukas Jua, SVD, Sr. Zelia Corderio, SSpS, P. Edward
A. Flynn, CSSp, P. Daniel J. Le Blanc, OMI.
![]() |
Para peserta Workshop VIVAT Internasional
|
Masing-masing narasumber membagikan pengalaman mereka, selain itu
mereka juga menyampaikan bagaimana kiprah VIVAT Internasional di PBB.
Masing-masing koordinator JPIC VIVAT Internasional Indonesia Timor
Leste juga menyampaikan program-program yang sudah dan sedang
dijalankan pada masing-masing wilayah karya.
Rangkaian
kegiatan workshop
Pada
tanggal 24 September 2012 pkl.16.00, para
peserta workshop VIVAT
Internasional Indonesia - Timor Leste diterima secara adat yang
ditandai penerimaan songkok untuk narasumber laki-laki dan selendang
untuk narasumber perempuan sedangkan seluruh peserta menerima topi
dan rompi berwarna biru muda. Sesudah penerimaan secara adat acara
dilanjutkan dengan Ekaristi pembukaan yang dipimpin oleh P. Servulus
Isaak, SVD, Provinsial SVD Ruteng.
Selama
workshop berlangsung,
sebelum kegiatan diawali dengan perayaan Ekaristi. Hari pertama,
perayaan Ekaristi dengan tema Justice
yang dipimpin oleh P. Leo Kleden, SVD, Provinsial SVD Ende.
Pada
hari kedua workshop,
sesudah P. Paul Rahmat memberi introduksi dan lain-lain, kegiatan
dilanjutkan sharing
JPIC dari Timor dan Timor Leste, sharing
JPIC wilayah Papua dan Kalimantan serta kesaksian oleh mama Yosefa
Alomay dari Papua. Pada sore hari dilanjutkan dengan sharing
JPIC wilayah Jawa dan Sumatera. JPIC SSpS diwakili oleh Sr.
Fransisca SSpS, JPIC OMI Indonesia oleh Rm. Simon Heru
S, OMI, JPIC SCJ oleh Rm. Ant. Dwi Pramono, SCJ.
Sr.
Fransiska SSpS melakukan sharing JPIC
Perayaan
Ekaristi hari kedua dengan tema Peace
dipimpin oleh P. John Prior, SVD. Dalam misa semua yang hadir diajak
untuk memulai berdamai dengan diri terlebih dahulu, kemudian
membagikan damai bagi sesama. Sepanjang hari kegiatan workshop
diisi dengan seminar antara lain; Justice
& Peace dalam KS oleh P. Lukas Jua,
SVD dilanjutkan oleh P. John Prior SVD yang berbicara tentang Teologi
dan Spiritualitas JPIC. Seminar dilanjutkan pada siang hari pkl.14.00
dengan sharing
dari JPIC Flores, (JPIC SVD Ende, SSpS Flores Timur, JPIC SVD Ruteng
& JPIC Flores Barat). Pada sore harinya dilanjutkan dengan materi
dari tim VIVAT tentang apa itu NGO, selayang pandang VIVAT
Internasional di PBB hingga kamis siang.
Sore
harinya peserta workshop
disuguhi acara malam Budaya dari STIBA Ruteng. Kamis malam seluruh
peserta workshop merayakan
perayaan Ekaristi bersama di SSpSAP Ruteng, dengan tema Integrity
of Creation oleh P. Felix Jones, SVD.
Jumat
pagi perayaan Ekaristi dengan tema Mission
oleh P. Simon Bata, SVD.
Materi pada hari Jumat sejak pagi hingga malam adalah tentang
perkembangan VIVAT Internasional dan Advokasi, oleh tim VIVAT New
York dan pembicara dari Jakarta yaitu Bapak Don K. Marut.
Peserta
workshop sedang serius
mengikuti kegiatan
Pada
Sabtu, tanggal 29 September doa pagi
dipimpin oleh SVD, SSpS Flores dan Timor dengan tema Passion
for Christ, Passion for Humanity. Pada
hari terakir ini para peserta diajak untuk membuat Action
Plan men-dengarkan penjelasan mengenai
identifikasi isu-isu yang ada di tingkat nasional mapun tingkat
Provinsi masing-masing. Kegiatan diakhiri dengan pernyataan komitmen
oleh para peserta workshop VIVAT Internasional Indonesia - Timor
Leste, sebagai berikut:
- Membangkitkan kesadaran pada kongregasi/anggota VIVAT Internasional untuk melibatkan diri dalam meng-upayakan keadilan, menghasilkan perdamaian dan memelihara kehidupan
- Mencegah perdagangan orang-orang dan memulihkan martabat korban
- Menyelamatkan kehidupan dan sumber-sumbernya dengan menolak per-tambangan
Semoga
kita semua semakin bersatu hati untuk berjuang bersama dalam rahmat
Tuhan untuk semakin mencintai dan memelihara kehidupan.
Sr. Maria Christina, SSpS
Friday, November 4, 2011
MALANG : Hari Study STFT ke XXXVI Widya Sasana
DR. Laurentius Sutadi Pr (mengenakan kemeja berwarna biru)
saat menyampaikan materi seputar Teologi dan ajaran Gereja seputar Lingkungan Hidup
Hari Study pada kesempatan ini dikemas secara menarik oleh panitia dengan mengundang beberapa nara sumber dan juga 3 presenter demo yang peduli terhadap Lingkungan Hidup yaitu dari pengolahan plastik oleh para suster PK (Puteri Kasih), Ibu Widya yang memperkenalkan pengolah sampah “keranjang takakura” serta JPIC SSpS Provinsi jawa yang diwakilkan oleh Sr Ruth, Sr Devina, Sr Rosari Dewi dan Sr Trie.
Sr Ruth dan Sr Devina saat menjelaskan
pembuatan composter kepada para peserta
Tuesday, May 10, 2011
JPIC: Penambangan di Flores
Jumat, 29 April 2011, Pk 20.10 WIB, JPIC SSpS Provinsi Jawa, secara khusus mengundang Rm. Simon Tukan, SVD yang tergabung dalam JPIC-SVD Flores, untuk mensyeringkan tentang situasi dan kondisi masyarakat di Manggarai yang akhir-akhir ini diresahkan dengan adanya penambangan liar yang mengancam Lingkungan Hidup rusak. Syering ini diadakan di ruang perpustakaan komunitas RKZ, dihadiri oleh para suster komunitas Provinsialat dan komunitas RKZ.
Subscribe to:
Posts (Atom)












