Tanggal 28-31 Oktober 2015 sejumlah 3 orang siswi dari
SMA/SMK Katolik Mgr. Soegijapranata
Pasuruan mengikuti live in di Komunitas Trinitas, Malang. Bersama Sr. Anna Maria, SSpS
mereka dihantar
juga berkunjung di Komunitas
Novisiat, Batu dan disambut Sr. Sisilia Andri, SSpS bersama para
Suster Novis untuk
mengenal SSpS di Komunitas St. Maria, Batu. Acara dilanjutkan
dengan presentasi dari para Suster Novis mengenai sejarah kongregasi, sejarah generasi
Pendiri dan Kopendiri, spiritualitas,
karisma, visi serta karya-karya yang dimiliki oleh SSpS, perkembangan SSpS di Provinsi Jawa dan tahap–tahap formatio
untuk menjadi Suster SSpS.
PROVINSI MARIA BUNDA ALLAH
di Jawa-Bali-Lombok-Sumatra-Papua, INDONESIA
di Jawa-Bali-Lombok-Sumatra-Papua, INDONESIA
Showing posts with label malang. Show all posts
Showing posts with label malang. Show all posts
Thursday, January 14, 2016
Live in Siswi SMA/SMK Katolik Mgr. Soegija Pranata Pasuruan di Komunitas Trinitas, Malang
Tanggal 28-31 Oktober 2015 sejumlah 3 orang siswi dari
SMA/SMK Katolik Mgr. Soegijapranata
Pasuruan mengikuti live in di Komunitas Trinitas, Malang. Bersama Sr. Anna Maria, SSpS
mereka dihantar
juga berkunjung di Komunitas
Novisiat, Batu dan disambut Sr. Sisilia Andri, SSpS bersama para
Suster Novis untuk
mengenal SSpS di Komunitas St. Maria, Batu. Acara dilanjutkan
dengan presentasi dari para Suster Novis mengenai sejarah kongregasi, sejarah generasi
Pendiri dan Kopendiri, spiritualitas,
karisma, visi serta karya-karya yang dimiliki oleh SSpS, perkembangan SSpS di Provinsi Jawa dan tahap–tahap formatio
untuk menjadi Suster SSpS.Friday, December 18, 2015
Live in Pranovis di Paroki St. Theresia, Jombor, Klaten
Selama 1 bulan mulai
tanggal 01 September–02
Oktober 2015,
Pranovis menjalankan
program live in
di Paroki St. Theresia Jombor, Klaten,
Jawa Tengah. Kami berangkat diantar oleh Sr. Anna Maria, SSpS dan Sr. Maria
Cristiani, (Ani), SSpS menuju paroki dan diterima oleh Romo Paroki, Rm. Yohanes
Sunaryadi, Pr dan menginap di rumah Sdri. Chatarina
(Ima). Keesokan harinya
kami mengikuti misa
pagi, sarapan, kemudian mengunjungi keluarga Sr. Dewi, SSpS. Selanjutnya bersama
Romo kami diantar
kepada keluarga–keluarga yang
akan membantu kami dalam proses
live in. Masing–masing dari kami
mendapat beberapa keluarga.
Thursday, December 17, 2015
Camping Rohani Pranovis bersama OMK Paroki St. Theresia, Jombor
Tanggal
25–27 September 2015 bersama dengan 110 Orang Muda Paroki St. Theresia Jombor terdiri dari calon penerima Sakramen Panguatan dan OMK,
para pranovis mengikuti Camping Rohani di
Lapangan SD Kanisisus Jurangjero, Wonosari, Gunung Kidul dengan mengangkat tema “I have
no Hands Except Yours“.
Wednesday, December 16, 2015
Pesta Family Komunitas Trinitas, Malang
|
Komunitas
Trinitas bersama keluarga Sr. Samiasih
|
Saturday, August 29, 2015
Berbuka Puasa Bersama
Salah satu program dari Pranovis dalam
menyambut Hari Raya Idul Fitri adalah kegiatan buka puasa bersama bapak–bapak
becak dan petugas kebersihan kota Malang.
Maka pada hari Senin, 13 Juli 2015 pukul 16.30 WIB acara tersebut dilaksanakan. Di awali menyambut mereka dari
pintu gerbang oleh Sr.Anna Maria,SSpS dan Desprita kemudian dihantar masuk ke
ruang rekreasi Komunitas oleh Chatarina Dewi (Ima) dan beberapa Suster. Sesampai
di dalam ruangan di sambut oleh Yustina Tlun Kolo dan beberapa Suster.
Thursday, August 27, 2015
Perayaan 25 Tahun Hidup Membiara Sr. Rosa Damai,SSpS
Pada hari Senin, 13 Juli 2015 Komunitas
Trinitas Malang, mengadakan perayaan syukur 25 tahun hidup membiara Sr. Rosa Damai, SSpS.
Perayaan syukur diawali dengan ibadat pagi kreatif yang dimulai pada pukul
04.45 WIB dipimpin oleh Sr.
Maria Christiani, SSpS dengan tema “Menyembah
Allah dalam Roh dan Kebenaran”,kemudian
dilanjutkan dengan Perayaan
Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh Romo Andi, Pr. Lagu–lagu misa cukup liturgis
dan semakin mendukung kesakralan
perayaan tersebut.Thursday, July 30, 2015
Rekreasi Pranovis ke Yogyakarta
Dalam rangka perpisahan Pranovis I dan
II, tanggal 3–6 Juni 2015 para Pranovis mengadakan rekreasi bersama ke
kota Yogyakarta, Jawa Tengah. Didampingi oleh Sr. Anna Maria, SSpS selaku pendamping
Pranovis dan Pak Rudi (driver) yang
dengan setia mengantar ke tempat–tempat tujuan yang telah ditentukan.
Tuesday, June 30, 2015
Live in Biarawan-Biarawati Keuskupan Malang
Sr. Lidwina, SSpS, Sr. Anisia Kase, SSpS
dan Sr. M. Christiani, SSpS mengikuti Live in biarawan-biarawati sekeuskupan
Malang yang diadakan selama 3 hari,
tanggal 24-26
April 2015 di Paroki St. Theresia, Pandaan. Kegiatan ini dalam rangka Tahun
Hidup Bakti dan juga sebagai sarana promosi panggilan untuk kawula muda.
Sekitar 90 biarawan/
biarawati dari 22 tarekat dan sekuler mengikuti live in ini.
Thursday, February 5, 2015
PERAYAAN ST. ARNOLDUS JANSENS SVD – SSpS BATU – MALANG
“Aku Menjadi Mata Bagi Yang Buta dan Menjadi Kaki
Bagi Yang Lumpuh “
Rumah
Sakit Katolik Budi Rahayu memperingati Hari Orang Sakit
Sedunia pada tanggal 11 Februari 2015
dengan Misa bersama para mitra kerja dan beberapa
pasien Katolik
dengan mengusung tema “Aku Menjadi Mata Bagi yang
Buta dan Menjadi Kaki Bagi yang Lumpuh “ (Ayub. 29:15). Misa dimulai pada pukul
11:00
WIB di Aula belakang RSK Budi Rahayu dipimpin oleh
RD. Yanuar,
dimeriahkan oleh Koor gabungan Mitra misi RSK Budi Rahayu.
Tuesday, May 27, 2014
“DIDAYAI ROH KUDUS, BERBAGI KABAR SUKA CITA BERSAMA ANAK BIAK”
Pada tanggal 27 Mei 2014, Komunitas
Trinitas mengadakan acara bersama anak-anak BIAK di sekitar Paroki Santa Maria
Diangkat ke Surga, Lely. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati 125
tahun SSpS. Dalam kegiatan ini, para Suster Yunior menjadi panitia inti bekerja
sama dengan pembina BIAK dari Paroki Lely. Kurang lebih 60 anak Biak bersama para
pembina BIAK dan beberapa orang tua dari anak BIAK menghadiri acara ini. Tepat
pukul 08.30 WIB, acara ini dibuka dengan sapaan dan perkenalan dari para suster serta pranovis anggota Komunitas
pranovisiat Trinitas.
Kemudian anak-anak BIAK dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu
dari kelas 1-3 dan kelas 4-6. Untuk bagian pertama kelas 4-6 diajak mengenal
warna-warna liturgi gereja de-ngan
mewarnai kasula dan memasangkan tiap bagian-bagiannya mulai dari jubah hingga
kasula menjadi satu kesatuan, sedangkan untuk kelas 1-3 diajak untuk melihat
film 125 tahun SSpS dan juga film animasi tentang kerja sama.
Setelah itu mereka istirahat sebentar de-ngan menikmati makanan ringan yang telah
disediakan komunitas. Pada sesi kedua untuk anak kelas 1-3 mewarnai dan kelas
4-6 melihat pemutaran film 125 tahun SSpS dan kisah orang kudus. Kurang lebih
jam 11.00 WIB, acara
ditutup dengan doa penutup dan pembagian nasi kotak untuk anak BIAK dan para
Pembinanya
mereka.
Sr. Christiani, SSpS
Infokom Edisi 38, Juli-Agustus 2014
Sunday, March 23, 2014
BAKTI SOSIAL BERSAMA ANAK-ANAK JALANAN
Dalam rangka menyongsong hari jadi Kongregasi
SSpS, yang ke-125 tahun, Sr.
Anna Maria SSpS bersama 3 pra-novis I mengadakan kegiatan Bakti Sosial bersama
anak-anak jalanan pada tanggal 23 April 2014.
Tujuan dari kegiatan ini adalah berbagi dengan
anak-anak jalanan khususnya yang menjadi teman mereka saat kegiatan misi. Hal
ini berangkat dari pengalaman mengesan
perjumpaan dengan Tuhan Yesus yang murah hati.
Saturday, December 28, 2013
PENGALAMAN MISI LEWAT PERJALANAN DI HARI NATAL 24-28 DESEMBER 2013
Salah
satu pengalaman Misi sebagai Pra novis kami alami bersama Sr. Anna Maria SSpS
lewat perjalanan merayakan Natal dari satu tempat ke tempat lain. Perjalanan
berawal dari Komunitas Trinitas Malang tanggal 24 Desember 2013 jam 04.30 WIB
menuju terminal Arjosari-Malang ke terminal Bungurasih-Surabaya dan berlanjut
perjalanan ke Rembang.
Rm. Widodo pr, Ibu Hilda dan Sr. Bibiana
di Komunitas Blora
Wednesday, December 25, 2013
PERAYAAN NATAL BERSAMA NELAYAN DI STASI ST. PAULUS PACAR - REMBANG
Suasana perayaan
natal di stasi St. Yakobus
Pada tanggal 24-25 Desember 2013 para
pranovis dan Sr. Anna Maria, SSpS merayakan Natal bersama para nelayan (tempat live in para pra novis) di kota
Rembang. Selama 2 hari menginap di rumah umat yakni Ibu Hilda.
Sunday, December 15, 2013
PELATIHAN WIRAUSAHA CATERING BERSAMA KARYAWATI PPKM
Sr.
Ana Maria Bersama dengan karyawati PPKM
Berawal
dari rasa cinta pada dunia kuliner, Sr. Anna Maria SSpS tertarik pada pelayanan
yang diberikan oleh Pusat Pastoral Keuskupan Malang dimana semakin hari tamu
yang datang semakin bertambah dengan tingkat yang beragam mulai anak-anak
jalanan, mudika, OMK, pasutri, pengurus lingkungan/wilayah, para guru agama se-Indonesia
dan juga para biarawan/wati serta para romo.
Wednesday, January 30, 2013
Suster-Suster yang pernah berkarya di Seminari Tinggi Giovanni Malang
|
Nama
|
Tahun berkarya
|
|
Sr. Hilda
|
31-08-1989 s/d
14-09-1995 |
|
Sr. Engetrude
|
30-08-1989 s/d
18-08-1991 |
|
Sr. Modestina
|
30-08-1989 s/d
23-04-1997 |
|
Sr. Adulinda
|
16-08-1991 s/d
06-08-2004 |
|
Sr. Agnes
|
20-08-1995 s/d
16-08-2001 |
|
Sr. Bernarita
|
16-08-2001 s/d
09-09-2002 |
|
Sr. Laurensia
|
28-08-2001 s/d
03-06-2004 |
|
Sr. Anna Wahyuli
|
09-08-2002 s/d
Oktober 2003 |
|
Sr. Mikaela
|
22-06-2003 s/d
15-12-2012 |
|
Sr. Coelistis
|
01-06-2004 s/d
13-06-2006 |
|
Sr. Yelina
|
20-08-2005 s/d 02-01-2006
|
|
Sr. Priscilla
|
Mei 2006 s/d 25-08-2006
|
|
Sr. Marietta
|
12-08-2006 s/d 22-02-2009
|
|
Sr. Marcellina
|
24-08-2008 s/d 15-12-2012
|
|
Sr. Mathilde
|
27-06-2010 s/d 19-07-2012 |
|
Sr. Elisabeth
|
25-07-2012 s/d
15-12-2012 |
Terima
kasih para Suster untuk Totalitas dan cinta yang telah diberikan,
Berkat
Allah Tritunggal melimpah bagi semua.
Ungkapan hati yang tulus karyawan/i Seminari Tinggi Giovanni
Karyawan/i
merupakan pihak yang juga sangat membantu pelayanan para Suster di
Seminari Tinggi Giovanni, untuk itu mereka juga mengungkapkan
perasaan serta kesan tentang para Suster, sebagai berikut:
Pak
Slamet: “Saya
ingat pertama kali saya diterima Sr.
Hilda, kamu nggak
malu bekerja di Seminari?
Saya bilang tidak Suster
dan sampai sekarang saya masih melayani di kebun“
Pak
Di: “Suster,
tali silahturahmi
jangan putus, kami nanti juga akan
kunjungi Suster
(sambil menangis, saat gajian dengan
Sr.
Elis).”
Ibu
Fatima (dapur):
“beda kalau tidak ada Suster, tidak
ada yang menyapa kami selamat pagi bu, sudah makan belum,
bgm keluarga?apa kabar bu,
pak
?“
Fr.
Fritz: “Saya
kehilangan Ibu, Sr Mikaela, ibu yang memperhatikan saya“.
Beberapa
Frater: “Suster,
kalau Suster
pergi kami sakit minta obat ke siapa? Kami minta uang ke siapa?, kami
pengen nyambel minta siapa? Kami mengeluh ke siapa? “.
Fr.
Trio: “Sr.
Mikaela dan Sr.
Marzellina ibu kami tapi Sr Elis,
teman bermain kami“.
Sr. Elisabeth Tei Seran, SSpS
Kronologi singkat hari-hari terakhir karya para Suster di Seminari Tinggi Giovanni, Sumbersari, Malang
03
Desember 2012,
serah terima keuangan,
didahului dengan proses pergantian buku
bank, kemudian
pemberian arsip-arsip,
dan pelimpahan
tugas Suster ke pihak Seminari,
dari Sr.
Elis ke RD Denny Firmanto dengan perwakilan dari SSpS yaitu
Sr. Mikaela
sedangkan perwakilan
dari Seminari
adalah RD Tjatur
Raharso.
07
Desember 2012, acara pesta perpisahan
SSpS dengan keluarga besar Seminari Tinggi Giovanni dihadiri juga
oleh Komunitas Trinitas Malang dan para Suster CP.
08
Desember 2012, pesta Kongregasi SSpS.
Ibadat sore meriah bersama Komunitas Trinitas, Malang
15
Desember 2012 Komunitas St. Gabriel
resmi ditutup dan para Suster mengadakan Misa bersama di komunitas
untuk terakhir kali bersama dengan RD Denny, rektor seminari.
Sesudah
Misa para Suster berpamitan dengan karyawan/i dan mereka menghantar
kepergian para suster dengan menangis. Sr. Mikaela dijemput oleh Sr.
Aloysia sedangkan Sr. Marzellina dan Sr. Elis dihantar oleh RD Denny
ke Surabaya.
Anggota
Komunitas St.Gabriel bersama Msgr. H.
J Pandoyoputro O.Carm
Sr. Elisabeth Tei Seran, SSpS
Perpisahan Komunitas St. Gabriel dengan Keluarga Besar Seminari Interdiosesan Giovanni
“Segala
sesuatu ada waktunya
dan Ia membuat segala sesuatu indah
pada waktunya”.
(Pengktbh 3:1,11)
7
Desember 2012
pkl.
18.30 WIB keluarga besar Seminari
Interdiosesan Giovanni menyelenggarakan pesta perpisahan, untuk
merayakan berakhirnya masa tugas para Suster SSpS Komunitas St.
Gabriel dalam pelayanan bersama para Frater di Seminari.
Pesta
perpisahan untuk para Suster dibuka dengan
lagu-lagu yang
dibawakan oleh para Frater S2, kemudian
dilanjutkan dengan talkshow
yang dipandu oleh
Fr. Iko
dan Fr.
Nevo. Para Suster
yang didaulat sebagai “narasumber” adalah, Sr.
Mikaela, Sr.
Marzellina dan Sr.
Elis.
Talkshow
yang dipandu oeh Fr. Iko dan Fr. Nevo
Berbagai
pertanyaan menarik yang ditujukan kepada “narasumber”, dijawab
oleh para Suster dengan cara yang lugas, sederhana dan bijaksana,
sehingga acara ini berjalan dengan gayeng.
Berikut adalah kutipan talkshow
pada acara perpisahan: “Para Suster
ini selalu tampak cantik-cantik,
apa rahasianya?”sapa
Fr.
Nevo. Sr.
Mikaela kemudian menjawab: “selama
saya melayani di Seminari
ini saya selalu bahagia dan saya bersyukur“.
Frater
kemudian melanjutkan
dengan sebuah pertanyaan; “Ada
ungkapan,
bukan per-pisahan
yang aku tangisi tapi perjumpaan yang aku sesali,
bagaimana
menurut para Suster,
setuju atau tidak dengan ungkapan
itu,
mengapa?”
Sr.
Elis sebagai suster termuda yang ber-gabung
di komunitas memberi jawaban dengan lugas dan cerdas, “saya
pribadi kurang setuju dengan ungkapan itu, saya tidak menyesali
sebuah perjumpaan, karena
bagi saya perutusan yang dipercayakan ke saya di Seminari Giovanni
ini merupakan berkat bagi saya.
Jujur saya juga berat dan sedih
meninggalkan seminari karena saya sudah kerasan,
sekarang saatnya untuk pergi tapi
saya kuat karena ketika kami
meninggalkan seminari telah ada dua
karyawan baru yang melanjutkan dan karyawan-karyawan
lama juga sudah bisa melakukan pekerjaan mereka.
Kami sebagai
suster misi,
siap diutus ke mana saja“.
Sr.
Marzellina juga tidak ketinggalan untuk
memberikan pendapat: “Saya
juga kurang
setuju dengan ungkapan itu.
Saya
juga sedih, saya
ingat para frater ketika butuh
sesuatu selalu minta ke Suster,
atau kalau
lapar selalu ke dapur,
tapi saya rela meninggalkan seminari”.
Kemudian
Sr.
Mikaela menyambung: “jujur
saya merasa berat dan sedih meninggalkan seminari,
tapi kami Suster
misi, siap diutus ke mana saja, dan saya sudah sepuh sudah saatnya
masuk rumah lansia. Kami
juga kekurangan tenaga Suster.
Berkarya di Seminari
Giovanni adalah sebuah pelayanan
untuk membantu gereja-gereja
lokal”.
Apa
harapan para Suster
untuk seminari? tanya
frater sekali lagi pada para suster.
“Harapan
kami Seminari
Giovanni
berkembang, menjadi
tempat pembentukan para imam di daerah-daerah
seperti
Kalimantan yang masih sangat membutuhkan
Imam, para
frater kelak menjadi Imam yang berkualitas,
tidak hanya kualitas untuk pikir
tapi juga hati”.
Setelah
acara talkshow
berakhir, kemudian acara dilanjutkan dengan pemberian
hadiah dari para frater perwakilan per
tingkat dan perwakilan karyawan diterima
oleh ketiga Suster,
perwakilan dari para Imam (Staff Seminari)
diterima oleh Sr.
Mathilde,SSpS.
Acara berikutnya diisi dengan sambutan-sambutan baik dari Sr. Ines
Setiono yang mewakili TPP, RD. Denny Firmanto, Rektor Seminari
Giovanni dan Msgr. H.J. Pandoyoputro, uskup Malang.
Dalam
sambutannya, Sr. Ines meng-ungkapkan terima
kasih banyak atas kepercayaan Bapak Uskup kepada SSpS dan atas
kerjasama yang telah terjalin 23 tahun dengan keluarga besar Seminari
Tinggi Giovanni.
Menyadari keterbatasan jumlah Suster Medior di Propinsi Jawa maka TPP
memutuskan untuk membuat prioritas sesuai dengan Visi Misi
Kongregasi. Beliau juga mengharapkan bahwa tali persaudaraan tidaklah
putus meskipun SSpS sudah tidak berkarya lagi di Seminari Tinggi
Giovanni.
Sr.
Ines memberi kata sambutan
Selanjutnya RD Denny menyampaikan bahwa beliau teringat pada apa yang
dikatakan Ukup ketika Pater Yosef Freindametz minta ijin untuk masuk
SVD: “Sebagai uskup, saya tidak mengijinkan karena Romo adalah
gembala yang baik, tapi sebagai orang Katolik saya mengijinkan karena
Romo ingin melayani Gereja universal.” Maka Romo Denny ingin meniru
ucapan Uskup itu: “Sebagai Rektor, saya tidak mengijinkan para
Suster pergi, tapi sebagai orang Katolik, saya merelakan para Suster
pergi untuk menjalankan tugas perutusan di tempat baru.”
RD
Denny Firmanto-Rektor Seminari memberi kata sambutan
Selanjutnya
beliau mengungkapkan niatnya untuk membuat
prasasti yang berisi nama dan tahun berkarya semua Suster SSpS yang
pernah melayani di sana. Diharapkan suatu saat jika para Suster ingin
melakukan napas tilas, dapat menemukan catatan sejarah ini.
Akhirnya Bapak Uskup Msgr. Pandoyoputro O.Carm dalam sambutannya
mengungkapkan terima kasih banyak atas totalitas para Suster yang
telah melayani di Seminari ini.
Beliau
yang juga ditahbiskan sebagai Uskup selama
23 tahun ini masih ingat pada waktu Pater Siprianus Setyawan SVD, dan
Rm. Piet Go. O.Carm, selaku Vikjen berkeliling mencari tenaga Suster
untuk melayani di Seminari namun tidak ada satu pun Kongregasi yang
bersedia, kecuali kongregasi SSpS. Karenanya beliau juga mendukung
ide pembuatan prasasti untuk mengenang karya pelayanan para Suster
SSpS di Seminari Tinggi Giovanni.
Acara
terakhir adalah makan
malam yang diawali dengan pemotongan
tumpeng oleh Msgr. Pandoyo dilanjutkan
dengan ramah tamah.
Sr.
Ines menerima potongan tumpeng dari Msgr. Pandoyoputro
Sr. Elisabeth Tei Seran, SSpS
Subscribe to:
Posts (Atom)
















