PROVINSI MARIA BUNDA ALLAH

di Jawa-Bali-Lombok-Sumatra-Papua, INDONESIA

Sunday, October 18, 2015

Pertemuan Biarawan Biarawati Bersama Komunitas St..Egidio Muntilan, Jawa Tengah


Komunitas St. Egidio, sebuah komunitas kaum awam yang peduli terhadap kaum miskin, bekerjasama dengan IKRAR Rayon Muntilan menyelenggarakan pertemuan biarawan/ti di Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan pada tanggal 31 Juli - 2 Agustus 2015 dengan tema “Kuat dalam Persaudaraan Menyongsong Tahun Yubilium  Belas Kasih”. Dalam pertemuan ini hadir pula Mgr. Aloysius Sutrisnaatmaka, MSF;  Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF;  Sr. Marta Driscoll, OCSO dan Ibu Valeria Martano (Wakil Ketua Komunitas St. Egidio di Roma sekaligus Pembicara Duta Vatikan peduli terhadap kaum miskin di seluruh dunia). Refleksi ini dirangkai dari pernyataan Paus Fransiskus tentang “Tahun Yubilium Belas Kasih” yang akan dirayakan mulai 8 Desember 2015 - 8 Desember 2016.


Komunitas St. Egidio menghayati “3P” dari bahasa Italia: Preghiera (Doa), Poveri (orang-orang miskin) dan Pace  (Damai). Penghayatan 3 hal ini meru-pakan karisma komunitas ini yang mem-perkaya spiritualitas Gereja. Pertemuan ini dihadiri oleh 140 peserta dari 53 Kongregasi yang ada di Keuskupan Agung Semarang serta utusan dari beberapa keuskupan lain antara lain Keuskupan  Agung Jakarta, Keuskupan Palangkaraya, Keuskupan Banjarmasin dan Keuskupan Agung Kupang. Para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok refleksi dan sharing bersama dengan materi antara lain:
1.    Misionaris Hidup Bakti menurut Paus Fransiskus,
2.    Spiritualitas Hidup Bakti dalam Gereja Paus Fransiskus,
3.    Persaudaraan dengan orang miskin da-lam gereja Paus Fransiskus,
4.  Persaudaraan untuk Perdamaian Dunia, 
5.  Kehadiran dan Kesaksian kita dalam
     komunitas dan,
6.  Kegairahan Bermisi menurut Paus Fransiskus.

Banyak hal yang diperoleh sebagai hasil refleksi dalam pertemuan ini antara lain teladan Paus Fransiskus yang dengan kerendahan hati berani menerima orang-orang kecil dan miskin, mau terlibat dalam melayani mereka serta turut merasakan kehidupan mereka. Setiap peserta ditantang agar berani keluar dari kemapanan diri untuk melayani dan kembali kepada kongregasi untuk melihat arah dasar kongregasi masing-masing untuk mengamati setiap proses perkembangan kongregasi mulai dari awal hingga saat ini serta apa saja yang telah diperbuat bagi mereka yang miskin dan terlantar.

Para peserta juga diundang untuk melihat perkembangan misi evangelisasi, pengertian misi yang sudah muncul dalam kalangan tokoh-tokoh misionaris Gereja serta tantangannya pada jaman ini. Dalam dekrit Misionaris Gereja (Ad Gentes) nampak jelas bahwa Gereja sungguh-sungguh berusaha untuk mewartakan Injil kepada semua orang. Para Rasul yang menjadi dasar bagi Gereja telah  mengi-kuti jejak Kristus untuk mewartakan Sabda Kebenaran dan melahirkan Gereja-Gereja”. Evangelisasi adalah sebuah pewartaan Injil yang menyangkut nilai-nilai Kerajaan Allah dan nilai-nilai Kristiani. Sebagai refleksi terakhir kami diundang lagi untuk melihat kembali 7 misi belas kasih yang telah disampaikan untuk menyongsong Tahun Yubilium Belas Kasih yaitu peneguhan bagi mereka yang ada dalam keraguan, mengajar dan mendidik mereka yang jahat (berten-tangan dengan kasih Injil), mendorong pertobatan bagi orang-orang berdosa, menghibur yang berkabung, mengampuni mereka yang menghina, teguh dan sabar dan mendoakan mereka yang meninggal. Pertemuan ditutup setelah perayaan Ekaristi dan ramah tamah.


Sr. Frida Lioba, SSpS 
Infokom Edisi 48, Oktober 2015

No comments:

Post a Comment