Setelah Misa kami tidak langsung pulang ke biara
tetapi kami mengadakan Natalan bersama anak-anak dan orang sakit di Paroki.
Anak-anak bergembira mainan di jumping castle dan juga ada beberapa
pertandingan lucu-lucu untuk mengembirakan anak-anak. Romo Paroki, Romo Anthony
Rebello SVD mengumpulkan orang sakit untuk ikut merayakan natalan bersama
anak-anak. Mereka semua diberi makan siang, Ice cream, biscuit, dan permen.
Suasana cukup meriah. Ada 70 anak yang hadir dan 6 orang sakit. Khususnya
anak-anak menikmati kegem-biraan
yang luar biasa pada hari Natal.
Yesus
berani meninggalkan Surga yang begitu indah dan aman, turun ke dunia menjadi
manusia agar kita selamat dan bahagia. Hari itu
kami sebagai pengikut Yesus boleh merasakan sedikit untuk melanjutkan apa yang
telah Yesus lakukan terhadap kita. Kami berdua merasakan Natalan Baru dan
khusus. Biasanya kami selalu di biara bersama sesama Suster berdoa dan makan
makanan khusus pada hari Natal. Kini saya coba melawan arus walau tidak semua anggota setuju. Saat itu kami bahkan menahan lapar karena
makanan hanya cukup untuk anak anak dan orang sakit. Kami hanya makan ice cream
saja. Pengorbanan kami ini tidak ada artinya dibandingkan dengan Yesus yang
lahir kedinginan di kandang hina. Sr.Fernandasharing bahwa ia baru pertama kali
merasakan kebahagiaan mengalami Natalan yang lain dari biasanya. Ia merasa
bahagia boleh meluangkan waktu berbagi kegembiraan bersama anak-anak dan orang
sakit.
Infokom Edisi 43, Februari - Maret 2015
Sr.
Paulina Made SSpS

No comments:
Post a Comment