PROVINSI MARIA BUNDA ALLAH

di Jawa-Bali-Lombok-Sumatra-Papua, INDONESIA

Tuesday, May 26, 2015

Yesus Sungguh Lahir……..

Tanggal 25 Desember kita memperingati hari kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus. Pada umumnya kita semua yang beragama Katolik pergi ke Gereja merayakan hari kelahiran Yesus dengan gembira. Saya juga di Botswana bersama Sr.Fernanda De Fatima Manuel SSpS, anggota komunitas pergi ke Gereja pukul 8 pagi di Paroki Divine Mercy, Metsimotlhabe tempat saya bekerja. Misa berlangsung 2 jam seperti biasa bernyanyi dan menari dengan gembira selama misa. Tidak ada lagu yang dinyanyikan tanpa menggerakkan badan. Inilah kebudayaan Gereja Botswana, Afrika pada umumnya.


Setelah Misa kami tidak langsung pulang ke biara tetapi kami mengadakan Natalan bersama anak-anak dan orang sakit di Paroki. Anak-anak bergembira mainan di jumping castle dan juga ada beberapa pertandingan lucu-lucu untuk mengembirakan anak-anak. Romo Paroki, Romo Anthony Rebello SVD mengumpulkan orang sakit untuk ikut merayakan natalan bersama anak-anak. Mereka semua diberi makan siang, Ice cream, biscuit, dan permen. Suasana cukup meriah. Ada 70 anak yang hadir dan 6 orang sakit. Khususnya anak-anak menikmati kegem-biraan yang luar biasa pada hari Natal.

Yesus berani meninggalkan Surga yang begitu indah dan aman, turun ke dunia menjadi manusia agar kita selamat dan bahagia. Hari itu kami sebagai pengikut Yesus boleh merasakan sedikit untuk melanjutkan apa yang telah Yesus lakukan terhadap kita. Kami berdua merasakan Natalan Baru dan khusus. Biasanya kami selalu di biara bersama sesama Suster berdoa dan makan makanan khusus pada hari Natal. Kini saya coba melawan arus walau  tidak semua anggota setuju.  Saat itu kami bahkan menahan lapar karena makanan hanya cukup untuk anak anak dan orang sakit. Kami hanya makan ice cream saja. Pengorbanan kami ini tidak ada artinya dibandingkan dengan Yesus yang lahir kedinginan di kandang hina. Sr.Fernandasharing bahwa ia baru pertama kali merasakan kebahagiaan mengalami Natalan yang lain dari biasanya. Ia merasa bahagia boleh meluangkan waktu berbagi kegembiraan bersama anak-anak dan orang sakit.

Refleksi saya: Beranikah saya berbuat lain dari biasanya pada hari Natal? Beranikah saya meninggalkan tempat yang aman, suasana yang aman dan pergi keluar agar orang lain bahagia? Apa yang bisa saya lakukan secara nyata agar Yesus sunguh sungguh lahir pada zaman ini?????

 Infokom Edisi 43, Februari - Maret 2015

Sr. Paulina Made SSpS

No comments:

Post a Comment