PROVINSI MARIA BUNDA ALLAH

di Jawa-Bali-Lombok-Sumatra-Papua, INDONESIA

Sunday, May 10, 2015

HATI BARU SEMANGAT BARU

Hari Minggu, 25 Februari 2015 merupakan hari yang sangat dinanti-nantikan oleh para anggota Paguyuban Sejati karena hari itu mereka merayakan hari ulang tahun paguyuban yang ke-8 di pendopo Provinsialat.


Seperti kita semua ketahui bahwa Paguyuban Sejati dibentuk pada tanggal 13 Januari 2007. Pada mulanya paguyuban ini beranggotakan bapak-bapak pengemudi becak di sekitar RKZ dan jl. Jambi Surabaya. Paguyuban ini bertujuan untuk menabung, membantu mereka agar ber-hemat dan menyimpan uang mereka supaya aman dan dikumpulkan untuk memenuhi kebutuhan yang penting seperti menyekolahkan anak, memperbaiki rumah, dll. Namun karena perkembangan dan kebutuhan, akhirnya anggota paguyuban ini meluas, bukan hanya untuk para pengemudi becak saja, tetapi juga bagi siapa saja yang mau menabung. Saat ini anggota pagu-yuban ini juga temasuk beberapa pedagang kecil, penyapu jalan, dll.

Perayaan Ulang Tahun ke-8 ini sungguh sudah lama ditunggu-tunggu. Maka walau-pun acara dimulai pukul 10.00 WIB tetapi pukul 09.00 mereka sudah mulai berdatangan. Sr. Delia sebagai penanggung jawab paguyuban bersama para suster komunitas Propinsialat memandu acara tersebut. Tema perayaan kali ini adalah “Hati Baru Semangat Baru.” Ada sekitar 80orang anggota yang hadir. Selain itu banyak suster dari Komunitas Provnsialat dan RKZ yang hadir untuk memeriahkan acara ini.
Tepat pukul 10.00 WIB acara dibuka, Sr Angela SSpS memandu acara ini dengan kreatifnya. Dimulai dengan doa pembukaaan oleh Sr. Reinarda, SSpS lalu disambung dengan sambutan oleh Sr. Lusia SSpS sebagai Pemimpin Komunitas Provinsialat. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya bersyukur atas segala sesuatu yang kita peroleh, meskipun bila hanya mendapat sedikit rezeki.
Sr. Stefani memberikan wejangan

Kemudian Sr. Stefani memberikan renungan. Di awal permenungan beliau mengundang para bapak dan ibu  yang hadir akan harapan-harapan di tahun 2015. Kemudian dilanjutkan dengan mensyeringkan dalam bentuk dialog dengan mereka mengenai 8 makna pekerjaan, yaitu:
1.      Pekerjaan sebagai sarana untuk mencari nafkah.
2.      Pekerjaan sebagai sarana untuk mengekspresikan potensi diri.
3.      Pekerjaan sebagai sarana untuk mengembangkan potensi diri.
4.      Pekerjaan sebagai sarana untuk belajar hal-hal baru.
5.      Pekerjaan sebagai sarana untuk memperluas persaudaraan.
6.      Pekerjaan sebagai sarana untuk melayani orang lain.
7.      Pekerjaan sebagai sarana untuk mempersiapkan diri menjadi wirausaha.
8.      Pekerjaan sebagai sarana ibadah.

Setelah itu kami beristirahat sejenak sambil bersama-sama menikmati snack yang telah disediakan, kue-kue manis dan es gelas yang sangat lezat. Kemudian tibalah acara yang sangat unik dan selalu ditunggu-tunggu Bapak-bapak dan ibu-ibu ini yaitu bermain bersama berupa perlombaan-perlombaan yang menarik. Sungguh dipandu oleh para suster, permainan itu membuat suasana semakin akrab dan kegembiraan semakin terpancar pada wajah mereka yang berlomba estafet karet, menggambar, menari dengan diiringi lagu dan tanya jawab. Hampir semua terlibat dan mereka begitu antusias dalam setiap perlombaan yang mereka ikuti dan tetap bersemangat  dari awal hinga akhir lomba-lomba. 

Sekitar pukul 12.00 WIB, yang merupakan penghujung perayaan, diumumkan para pemenang perlombaan, pembagian hadiah doorprice, hadiah bagi siapa saja yang berhasil menjawab pertanyaaan yang diaju-kan secara spontan semacam cepat-tepat gaya Paguyuban Sejati. Ada satu hal yang menarik, bahwa hadiah undian bagi mereka yang masih setia menabung sejak awal berdirinya Paguyuban.

Walaupun mereka masih krasan, tetapi karena hari sudah siang, maka acarapun diakhiri dengan doa penutup. Sambil berpamitan dengan harapan untuk ber-kumpul lagi tahun depan merayakan HUT yang ke-9. Di pintu para Suster sudah menyiapkan tiga macam tas untuk setiap anggota yang masing-masing berisi nasi kotak untuk makan siang, tas berisi sembako dan tas berisi jas hujan dan hadiah kecil lainnya. Dengan penuh kegembiraan dan wajah berseri-seri mereka pulang meninggalkan pendopo Provinsialat. Kita berterima kasih kepada para donatur yang telah memungkinkan acara ini berlangsung.

Bagi para Suster, kenangan kebersamaan hari itu membuahkan kegembiraan dan semangat pelayanan yang semakin tulus. Kesederhanaan dan kegigihan perjuangan mereka mengajari kami untuk semakin mensyukuri hidup dan panggilan kami. Semoga HATI BARU, SEMANGAT BARU senantiasa kami alami bersama Sedulur-sedulur anggota Paguyuban Sejati yang kami cintai.


Infokom Edisi 43, Februari - Maret 2015
Sr. Yuliana Kartini, SSpS

No comments:

Post a Comment