PROVINSI MARIA BUNDA ALLAH

di Jawa-Bali-Lombok-Sumatra-Papua, INDONESIA

Sunday, August 3, 2014

CERITA KOMUNITAS ST. ANTONIUS AMPENAN LOMBOK


I.  CERITA KOMUNITAS TENTANG PENAMBAHAN UNIT BARU (PKRS) 
    DAN KEGIATAN AWALNYA

Untuk persiapan akreditasi, dalam sebuah Rumah Sakit harus ada unit Promkes (Promosi Kesehatan). Awalnya bingung bagaimana cara memulainya. Terbentur dana, orang yang akan menjadi pelaksana dan terlebih pengertian tentang Promkes belum begitu dipahami.Sampai pada bulan Mei 2013 ada tawaran dari Perdhaki Pusat, rumah sakit kita dijadikan Pilot Project mereka khusus dalam Unit PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit).

Awalnya 3 orang diundang untuk datang ke Bogor guna mengikuti pelatihan diakhir bulan Agustus. Yang mengejutkan adalah: kami diberi dana APBN untuk mengadakan kegiatan PKRS dalam bulan September dan pelaporannya pada awal bulan Oktober.Kalau awalnya, kami tidak tahu bagaimana bisa mengadakan Unit PKRS, sekarang kami bingung bagaimana memulai Unit PKRS dengan pengetahuan yang sudah ada.Dan Tuhan Allah menyertai kami: Pembentukan Tim Kerja, 3 kali Penyuluhan, pengadaan leaflet, booklet, banner, poster dan pastoral care dapat terlaksana dengan baik dalam waktu 1 bulan sesuai yang dijadwalkan.

Kami sangat kagum dengan apa yang dibuat oleh Tim PKRS dan para Suster, yang selama ini terkesan tertutup untuk dunia luar Rumah Sakit. Dengan diadakannya kegiatan penyuluhan ini baik di Sekolah Dasar maupun ibu-ibu PKK dan penyuluhan di rumah sakit, kelihatan semua merasa senang, audiens mendapat penge-tahuan yang baru, para penyuluh dapat pembelajaran bagaimana mengadakan kegiatan yang baik sebagai Tim PKRS, malah mereka (3 kelompok yang disuluh) menawarkan kepada Tim PKRS untuk bekerja sama bila ada kegiatan seperti ini lagi.

Semangat yang luar biasa untuk Tim PKRS dalam menyampaikan Penyuluhan kepada sesama baik di dalam dandi luar Rumah Sakit membuahkan suatu keterbukaan komunikasi yang aktif dan terjalin rasa ke-keluargaan.

PEMBELAJARAN BAGI KOMU-NITAS
1.    MEMASRAHKAN DIRI PADA KEHENDAK ALLAH: Sebuah mimpi yang ingin diwujudkan untuk peningkatan mutu pelayanan, jika Tuhan berkenan dan kita tulus dalam mencoba melaksanakannya maka hal itu bisa terwujud sesuai dengan kehendak Allah dan dengan cara-Nya yang kita tidak tahu.
2.    BERBAGI: Menyediakan diri untuk terlibat dalam suatu kegiatan dan bekerja sama sehingga saling memperkaya kreatifitas satu dengan yang lainnya.
3.    TERBUKA: Sebagai motivator untuk memberi support kepada karyawan/ti  sehingga mereka memiliki  loyalitas untuk pelayanan karya kita, merubah pikiran yang negatif menjadi positif.


II.     NILAI-NILAI KEHIDUPAN YANG TELAH DIHAYATI KOMUNITAS UNTUK MENJADI SAKSI-SAKSI KRISTUS DALAM MISINYA DEMI KEHIDUPAN DALAM BIDANG:
1.       
                  SPIRITUALITAS:
a.       KESETIAAN: Dalam hidup rohani belajar untuk setia baik untuk diri sendiri maupun untuk bersama walaupun mengalami jatuh bangun sehingga doa menjadi rahmat dalam menjalani hidup setiap hari.
b.      KEKUATAN: Bertekun dan penyerahan dalam doa, karena doa menjadi kekuatan dalam hidup sepanjang hari.

2.         HIDUP KAUL SEBAGAI MU-RID-MURID KRISTUS:
a.      KAUL KEMISKINAN:
·         BERBAGI: Kemurahan hati dalam berbagi apa yang dimiliki.
·         KESEDERHANAAN: Berani mengatakan cukup pada diri sendiri.
b.      KAUL KETAATAN :
·         KERENDAHAN HATI: Berani menerima yang tidak disenangi lewat setiap perutusan yang selalu siap sedia.
·         TERGANTUNG SEPE-NUHNYA PADA KE-HENDAK ALLAH: Ada suatu perjuangan dalam setiap menjalankan  tugas walaupun berat namun bersama dengan kasih Allah maka hal itu mampu untuk dilaksanakan dengan sepenuh hati.
c.       KAUL KEMURNIAN:
·    CINTA PERSAUDARA-AN: Sebagai pengikut Kristus berani berpikir positif terhadap sesama.
·         KETULUSAN HATI: Berani mengatakan ya jika ya, dan mengatakan tidak jika tidak.

3.         HIDUP KOMUNITAS:
·     KETERBUKAAN DIRI: Memiliki kerendahan hati untuk saling mengerti dan belajar ber-interaksi dengan aneka generasi & budaya yang ada di dalam komunitas.
·           KEBERANIAN UNTUK MENGISI DAN DIISI:
Dalam hidup komunitas, berani memberikan masukan kepada orang lain lewat teguran baik itu menyenangkan maupun tidak menyenangkan demikian sebaliknya.
·           MAU BERUBAH DIRI:
Dalam hidup komunitas berani untuk menyesuaikan diri dimana kita diutus dan saling belajar satu dengan yang lainnya.

4.      PELAYANAN MISI/KERASULAN:
·   KETERBUKAAN DIRI:  Da-lam menjalankan setiap perutusan, berani terbuka untuk  melayani setiap orang yang dipercayakan baik dalam lingkungan karya maupun gereja lokal.
·     PENDAMPINGAN: Memberi motivasi kepada yang kita layani, untuk hidup lebih mandiri dan menjadi pendengar yang baik untuk sesama.


III.     HARAPAN-HARAPAN DIMASA DEPAN UNTUK SEMAKIN DIDAYAI OLEH ROH KUDUS UNTUK BERBAGI KABAR GEMBIRA DI TENGAH-TENGAH MASYARAKAT
·      Keberanian untuk mengosongkan diri: saat dalam diri kita ada ruang kosong, Allah yang akan mengisi sampai penuh sehingga Roh Kudus akan mendayai kita lewat karya-karya yang dipercayakan pada kita.
·      Membuka diri untuk semakin ter-sedia bagi sesama.
·      Ketergantungan  pada  Allah: kita yang memulai, Allah yang akan menyempurnakan.

Sr. Vincentia SSpS

Piko Ampenan Lombok

Infokom Edisi 38, Juli-Agustus 2014

No comments:

Post a Comment