PROVINSI MARIA BUNDA ALLAH

di Jawa-Bali-Lombok-Sumatra-Papua, INDONESIA

Saturday, January 19, 2013

LIVE – IN PRANOVIS

-->
Sebagai calon misionaris, kami pranovis diharapkan memiliki bekal untuk beradaptasi dengan lingkungan baru dan menemukan nilai-nilai kebajikan dalam masyarakat. Maka pada tanggal 31 Juli 2012 – 30 Agustus 2012 pranovis mengikuti kegiatan live in. Lokasi yang menjadi tempat pembelajaran misi adalah paroki St.Maria Immaculata, Tabanan, Bali. Hal ini mengingat bahwa kami semua berasal dari Jawa sehingga perlu belajar mengenal “medan” misi yang berbeda dengan tempat asal.
Kami berangkat dari Malang pada tanggal 31 Juli 2012 menuju komunitas St. Rafael Singaraja, kemudian diantar ke Paroki St. Maria Immaculata, Tabanan, Bali. Pastor paroki, Rm. Herman Yoseph Babey, Pr menerima pranovis dan membagi tugas perutusan, Rina dan Galih bertugas di stasi Penganggahan sedangkan Dewi bertugas di stasi Piling. Kedua stasi merupakan daerah dataran tinggi dekat dengan gunung Batukaru. Penduduk stasi Penganggahan dan stasi Piling mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, disamping itu juga ada yang berprofesi sebagai pedagang dan pegawai.
Kegiatan sehari-hari kami adalah memberi makan babi, membersihkan rumah, menanam padi di sawah, kunjungan ke rumah umat, mencari sayur di kebun, memasak kue untuk dijual di warung dan membantu anak belajar, serta mencari kayu bakar. Dalam kegiatan lingkungan, kami juga dipercaya untuk memberi renungan dalam doa lingkungan. Dalam kegiatan bermasyarakat, kami juga belajar bahasa Bali, mengikuti kerja bakti di gereja, melayat umat Hindu yang meninggal, mengikuti perlombaan hari proklamasi pada tanggal 17 Agustus 2012, mengajar pelajaran agama anak-anak di stasi. Selain itu, karena bertepatan dengan hari raya Galungan umat Hindu, maka kami juga terlibat dalam membantu persiapan perayaan Galungan di rumah tetangga yang beragama Hindu seperti membuat canang, tulang lindung dan banten yang digunakan untuk doa para umat Hindu, membantu memasak untuk persiapan ngejot (hantaran makanan) berupa aneka masakan dari babi.
Melalui live in ini, kami belajar melihat situasi baru yang sungguh berbeda dengan situasi di tempat asal. Namun keramahan dan keterbukaan umat di kedua stasi terutama keluarga dimana kami tinggal membantu dalam segala proses kami untuk beradaptasi. Segala pengalaman selama live in tentu menjadi pembelajaran berharga bagi kehidupan kami.
 
Foto bersama umat di Stasi Penganggahan

Dewi, Galih dan Rina (Pranovis)

No comments:

Post a Comment